Pernyataan Terbaru dari AHY soal Pengumuman Cawapres Anies Baswedan

Sabtu, 19 November 2022 | 20:52 WIB
Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sumber: CNN Indonesia Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sumber: CNN Indonesia

RIAU24.COM - Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengomentari pemilihan bakal calon wakil presiden bagi Anies Baswedan.

Katanya, pemilihan bakal calon wakil presiden bagi Anies Baswedan tidak seperti disebut-sebut banyak orang dikutip dari kumparan.com, Sabtu, 19 November 2022.

Sampai saat ini, Anies memiliki dua pilihan bakal cawapres yakni AHY yang diusulkan Demokrat dan Ahmad Heryawan yang diusulkan PKS.

Baca Juga: Kata Pengamat Jika KIB Usung Capres 2024 Luar Koalisi: Memalukan

"Kami tidak pernah menggunakan istilah deadlock ya karena deadlock itu kalau sampai dengan Oktober 2023 tidak ada kesepakatan, bukan hanya terkait dengan pasangan ya, tetapi juga mungkin narasinya, portfolio, platform dan lain sebagainya, itulah yang baru dinamakan deadlock," ujarnya.

Tambah AHY, masih banyak waktu bagi Anies untuk memilih calon pendamping di 2024. Ia menyebut sejauh ini komunikasi dengan PKS dan NasDem juga masih sangat baik.

"Tapi ini jangkanya masih cukup bersedia, ruangnya masih cukup tersedia dan kami berkomunikasi dengan baik, tidak pernah berusaha saling menegasikan satu orang per orang begitu," tuturnya.

Katanya, bagi Demokrat yang terpenting adalah rasionalitas. Salah satunya dengan mengusung calon yang bisa memberikan perubahan dan perbaikan.

Baca Juga: Ketahuan, Ini Alasan Anies Baswedan Naik Jet Pribadi Saat Safari Politik

"Yang penting bagi saya pribadi dan Demokrat, mari kita hadirkan rasionalitas dalam membahas apa pun termasuk pasangan. Yang jelas koalisi ini ingin mengusung perubahan, perubahan dan perbaikan untuk masyarakat dan Indonesia yang lebih baik ke depan tentunya," kata dia.

Sedangakan untuk menjalankan visi perubahan dan perbaikan Indonesia, kata AHY, Demokrat bersama koalisi harus memenangkan pemilu terlebih dahulu.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...