Menu

Gus Yahya Pastikan NU Tidak Akan Pernah Terlibat dalam Politik Praktis

Azhar 23 Nov 2022, 11:33
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. Sumber: Media Indonesia
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. Sumber: Media Indonesia

RIAU24.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memastikan jika mereka tidak akan pernah terlibat dalam politik praktis.

"Jika kita baca putusan Muktamar, tidak ada orang yang bingung. Mari kita baca rumusan Khittah Nahdliyah Muktamar ke-27 NU tahun 1984 di Situbondo," ujarnya dikutip dari no.or.id, Rabu, 23 November 2022.

Tambahnya, putusan Muktamar tersebut tidak butuh disyarahi atau diperjelas.

Alasannya karena putusannya sederhana, yakni jangan gunakan NU sebagai lembaga untuk kepentingan politik praktis.

"Tak ada larangan warga NU berpolitik. Silahkan berkampanye, asal tidak pakai (organisasi) NU, baik di partai yang dilahirkan atau tidak dilahirkan NU. Karena seluruh partai ada keterlibatan Nahdliyin," imbuhnya.

Warga NU tersebar merata di sejumlah partai politik. Disebutkan, partai yang mengklaim paling NU kurang dari 10 persen, sedangkan NU sendiri lebih dari 50 persen muslim Indonesia.

"Yang lebih penting lagi, tidak boleh memakai simbol identitas NU untuk politik praktis. Supaya warga yang merasa bukan NU tidak sebagai lawan. Tidak ada lawan bagi NU, yang ada hanyalah saudara," katanya.