Gunung Gede Erupsi Pasca Gempa Cianjur, Simak Faktanya

Kamis, 24 November 2022 | 16:52 WIB
Gunung Gede Erupsi Pasca Gempa Cianjur, Simak Faktanya Gunung Gede Erupsi Pasca Gempa Cianjur, Simak Faktanya

RIAU24.COM - Informasi yang beredar Gunung Gede mengalami erupsi pasca gempa

Cianjur yang terjadi pada 21 November 2022, kabar tersebut tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar yang menerima kabar tersebut.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan,

berdasarkan hasil analisis aktivitas gempa yang berpusat di Cianjur, Jawa Barat dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 10 KM tidak berasal dari peningkatan aktivitas

Gunung Gede.

Baca Juga: Usai Garut, Gempa Guncang Tasikmalaya dan Cianjur Minggu Dini Hari 

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian

Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Gunawan menyatakan kondisi

Gunung Gede saat ini masih level 1 atau normal.

“Dari data saat ini tidak ada peningkatan aktivitas Gunung Gede, s

ehingga diharapkan masyarakat tetap tenang,” kata Hendra seperti dikutip

dari laman resmi Kementerian ESDM, Rabu (23/11). /2022).

Hendra mengatakan, Gunung Gede mengalami krisis gempa sekitar tahun 1950-an,

dan setelah diteliti, karakter Gunung Gede muncul setiap 20 tahun sekali.

Meski begitu, aktivitas Gunung Gede tidak pernah berlanjut ke level yang lebih tinggi.

“Meskipun sejarahnya, Gunung Gede pernah mengalami erupsi, baik berupa awan panas

maupun aliran lahar, namun sejak 100 hingga 200 tahun terakhir belum menunjukkan peningkatan,” jelas Hendra.

Sementara itu, terkait gempa di Cianjur, Hendra menjelaskan daerah yang menjadi

episentrum gempa merupakan daerah rawan gempa, dimana struktur tanah atau batuannya t

idak terkonsolidasi.

Baca Juga: Cek Fakta: Erupsi Gunung Semeru Disebut Bisa Sebabkan Tsunami

Karena batuannya relatif mudah, maka jika terjadi gempa akan memperkuat efek

goncangan gempa tersebut. Apalagi, informasi yang diberikan Badan Meteorologi,

Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sumber gempa adalah gempa

dangkal tak jauh dari sesar aktif Baribis.

Lebih lanjut Hendra mengungkapkan, hal terpenting dalam bencana gempa bumi adalah bagaimana mengidentifikasi wilayah yang memiliki risiko tinggi atau rendah,

sehingga Pemda memiliki acuan dalam menyusun rencana tata ruang pembangunan di wilayahnya.

Sebagai informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

melalui Badan Geologi telah mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke lokasi bencana untuk memetakan dampak gempa dan memberikan rekomendasi teknis untuk membantu

Pemerintah Kabupaten dan Provinsi di lokasi bencana. .

PenulisR24/int


Loading...
Loading...