TNI Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Minyak Tanah dari Belu NTT ke Timor Leste

Selasa, 06 Desember 2022 | 16:48 WIB
TNI Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Minyak Tanah dari Belu NTT ke Timor Leste TNI Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Minyak Tanah dari Belu NTT ke Timor Leste

RIAU24.COM - Satuan Tugas Pamtas Ri-RDTL Sektor Timor Yonif 744/SYB menggagalkan 1.600 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis minyak tanah yang diduga akan diselundupkan ke Timor Leste.

“Lokasi penggagalan pengiriman sejumlah BBM jenis minyak tanah itu dilakukan di bibir pantai Sukalaran, Atapupu, Belu, NTT,” kata Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Yudhi Yahya dikutip ANTARA, Selasa, 6 Desember.

Baca Juga: Terbesar! Polda Riau Gagalkan Peredaran 276 Kg Sabu, 1 Pelaku Tewas dalam Penyergapan


Sejumlah minyak tanah yang dimasukkan ke dalam jeriken berukuran 20 liter itu, terlihat tersusun rapi di pinggir pantai, saat personel Satgas Pamtas lakukan patroli rutin di daerah itu.

Personel yang bertugas kemudian mendekati sejumlah tumpukan jeriken itu dan diketahui berisi BBM jenis minyak tanah saat dilakukan pengecekan.

“Ada kurang lebih 72 jeriken isi BBM jenis minyak tanah yang disusun di lokasi ditemukan itu,” imbuh dia.

Namun saat ditemukan, sesuai laporan dari anggota Pos Koki Mota Ain tak ada warga atau pemilik dari BBM jenis minyak tanah tersebut.

Tugas pokok dari Satgas Pamtas selain menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah NKRI, ditegaskan Yudhi termasuk juga menjaga dari setiap bentuk pelanggaran.

“Baik itu pelanggaran yang dilakukan oleh negara Indonesia, maupun warga negara tetangga,”ujarnya.

Baca Juga: Musnahkan Barang Bukti, Kasat Narkoba :Mari Bersama Bersinergi Kita Perangi Narkoba

Dia menjelaskan lokasi ditemukannya BBM jenis minyak tanah itu memang sering menjadi lokasi atau jalur penyeludupan berbagai barang.

Pihaknya selalu memantau lokasi itu, dengan siaga dan waspada. Pihaknya akan terus meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan skala patroli.

“Hal ini agar upaya-upaya penyelundupan barang tidak terjadi lagi,” tambah dia.

 

***

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...