Menu

Hoaks Video Korban Begal Bedarah-darah Beredar di WAG! Polda Riau Pastikan Bukan di Pekanbaru dan Usut Penyebarnya

Chairul Hadi 14 Jan 2023, 10:14
Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Asep Darmawan
Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Asep Darmawan

RIAU24.COM - Sejak Jumat 13 Januari 2023, beredar disejumlah WhatsApp Grup (WAG) video berdurasi 18 detik yang berisi dua orang remaja dengan kondisi berdarah-darah yang diduga disabet senjata tajam di bahu dan punggung. Korban juga mengalami luka menganga yang cukup parah.

Video itu beredar disejumlah grup WhatsApp di Pekanbaru, Provinsi Riau. Bahkan dalam pesan yang dikaitkan dengan video dikatakan bahwa kejadian di Jalan Parit Indah Kota Pekanbaru. Usut punya usut, kabar bahwa kejadiannya di Kota Bertuah ternyata hoaks alias tidak benar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Asep Darmawan pada Sabtu 14 Januari 2023 pagi menuturkan, bahwa jajarannya telah menyelidiki kebenaran video itu. Diketahui bahwa itu bukan terjadi di Pekanbaru, tapi di Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk.

Video singkat itu tak ayal menimbulkan ketakutan masyarakat, padahal bukan terjadi di Pekanbaru. Apalagi videonya bernarasi: Di beritahukan kepada semua warga PEKANBARU agar hati hati melewati jalan parit indah pada malam hari tepat nya di belakang MTQ dikarenakan banyak begal merajalela dsna ini buktinya anak anak pulang latihan di bacok dan di tikam juga beberapa mobil warga di pukul pàkai kayudan di lempari batu utamakn keselamatan keluraga anda.

"Itu tidak benar terjadi di Pekanbaru. Kejadian aslinya di Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Sudah dilaporkan di Polsek Warujayeng pada 6 Januari 2023. Korbannya Ulum Fauzi (16 thn) dan Muhammad Afandi NI (15 thn). Saat ini kejadian sudah ditangani oleh Polsek Warujayeng Polres Nganjuk," kata Kombes Asep.

Pihaknya, tegas Asep, akan menyelidiki dan mencari siapa yang menyebarkan informasi yang menarasikan bahwa kejadian di Nganjuk tersebut terjadi di Pekanbaru. "Kita cari siapa yang menyebarkan pertama kali informasi yang keliru tersebut," yakinnya.

Di Pekanbaru sendiri, lanjut Kombes Asep, Direktorat Reskrimum Polda Riau telah menindak tegas aksi kelompok begal. Selain itu kepolisian rutin menggelar patroli malam hari di lokasi yang rawan terjadi kriminalitas dan konvoi geng motor.

"Di Pekanbaru aksi geng motor sudah kita antisipasi, akhir Desember lalu kita tangkap dua orang pelaku penganiayaan yang diduga dari geng motor, dengan lokasi kejadiannya di depan Hotel Grand Tjokro. Pelaku sudah kita tangkap," ucapnya.

Asep pun berpesan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak benar, apalagi berpotensi menimbulkan keresahan dan ketakutan. Ia berharap, masyarakat bijak menggunakan smartphone dalam bermedia sosial. Dia juga menyampaikan, agar selalu waspada di jalanan dengan tidak menggunakan perhiasan yang mencolok terutama di jalan sepi dan malam hari.

"Jangan memakai perhiasan yang bisa memancing pelaku kejahatan melancarkan aksinya. Bila tidak ada keperluan yang sangat penting, jangan ke luar rumah di malam hari, melewati jalanan sepi apalagi sendiri. Kami (Kepolisian) akan terus merutinkan patroli," pungkasnya.