Menu

Lukashenko Muncul Kembali Di Depan Umum, Sebut Belarus Dalam Siaga Tinggi

Amastya 16 May 2023, 06:43
Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengunjungi komando pusat angkatan udara negara itu pada 15 Mei 2023 /AFP
Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengunjungi komando pusat angkatan udara negara itu pada 15 Mei 2023 /AFP

RIAU24.COM - Presiden Belarus Alexander Lukashenko muncul kembali di depan umum pada Senin (15 Mei) setelah absen selama hampir seminggu yang memicu laporan masalah kesehatan.

Lukashenko mengatakan bahwa Belarus telah disiagakan tinggi, menambahkan bahwa empat pesawat dilaporkan telah ditembakkan dari langit di Rusia selatan.

Lukashenko, 68, mengunjungi komando pusat angkatan udara negara bekas Soviet itu. Dia tampak muram, mengenakan seragam militer dan memiliki perban di tangannya.

Lukashenko mengatakan Belarus menyiagakan pasukan selama tiga hari setelah insiden di wilayah Rusia selatan di perbatasan dengan Ukraina.

"Tiga hari telah berlalu setelah kejadian di dekat kita, maksud saya di wilayah Bryansk di mana empat pesawat ditembak jatuh", kata Lukashenko tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

"Kami harus bereaksi," katanya.

Media sosial Rusia marak pada hari Sabtu dengan rekaman beberapa pesawat Rusia yang jatuh di wilayah Bryansk. Dalam video rupanya menunjukkan sebuah helikopter ditabrak dan terbakar.

Sementara kementerian pertahanan Rusia tidak berkomentar, Alexander Bogomaz, gubernur wilayah Bryansk, mengatakan sebuah helikopter jatuh di kota Klintsy.

Dalam pernyataan yang bertentangan, Vladimir Rogov, seorang pejabat yang dipasang Moskow di bagian Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia di Ukraina selatan, mengatakan bahwa empat pesawat Rusia telah ditembakkan dari langit: dua helikopter MI-8, sebuah jet tempur SU-35 dan pembom tempur SU-34.

Lukashenko berkuasa di Belarusia sejak 1994. Dia terakhir terlihat di depan umum pada Selasa di Moskow saat perayaan Hari Kemenangan.

Dia melewatkan makan siang yang diselenggarakan oleh sekutunya Presiden Vladimir Putin serta beberapa acara lainnya minggu lalu.

Pemimpin oposisi Belarusia Svetlana Tikhanovskaya, yang melarikan diri ke negara tetangga Lituania setelah protes massal tahun 2020 terhadap Lukashenko, menggunakan Twitter untuk memberi tahu warga Belarusia bahwa mereka harus siap untuk acara apa pun.

“Bagi kami, itu hanya berarti satu hal yakni kami harus siap dengan baik untuk setiap skenario. Untuk mengubah Belarusia ke jalan demokrasi dan mencegah campur tangan Rusia, Kami membutuhkan komunitas internasional untuk proaktif dan cepat, " tambahnya.

Juru bicara Lukashenko tidak mengomentari ketidakhadirannya dari kehidupan publik.

(***)