Menu

Studi: Longsor Bawah Air Besar-besaran di Antartika Dipicu oleh Perubahan Iklim Masa Lalu

Amastya 28 May 2023, 17:42
Citra satelit dari lapisan es Antartika /Reuters
Citra satelit dari lapisan es Antartika /Reuters

Hal ini menunjukkan bahwa tanah longsor bawah laut yang masif kemungkinan besar akan terjadi lagi jika perubahan iklim terus berlanjut.

“Kita perlu lebih memahami sejauh mana lapisan lemah yang berada di bawah tanah longsor bawah laut di Antartika yang membuat daerah ini tidak stabil. Kita juga perlu memahami dengan lebih baik bagaimana iklim mempengaruhi pemicu longsor bawah laut ini. Ini akan memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang risiko masa depan yang ditimbulkan oleh peristiwa berbahaya ini,” kata Jenny Gales kepada Indian Express.

Risiko tanah longsor bawah laut

Longsor bawah laut, menurut Gales, merupakan bahaya masif yang berpotensi menimbulkan tsunami yang dapat mengakibatkan banyak korban jiwa. Longsor ini berpotensi merusak infrastruktur, termasuk kabel bawah laut.

"Longsor bawah laut terjadi sekitar 400.000 tahun lalu, 1,72 juta tahun lalu, dan 12,14 juta tahun lalu, dan setiap tsunami yang terkait dengan longsor bawah laut ini akan terjadi langsung setelah peristiwa longsor bawah laut," jelas Gales, mengacu pada bukti longsor yang ditemukan pada tahun 2017 oleh tim ilmuwan internasional selama ekspedisi Odyssea Italia.

Para ilmuwan mengunjungi kembali lokasi tersebut pada tahun 2018 sebagai bagian dari ekspedisi yang mengumpulkan inti sedimen dari ratusan meter di bawah dasar laut. Mereka mempelajari materi untuk menentukan seperti apa iklim di kawasan itu jutaan tahun yang lalu dan bagaimana iklim itu menghasilkan lapisan lemah di bawah dasar laut.

Sambungan berita: (***)
Halaman: 123Lihat Semua