Menu

2 Anak Tewas Dalam Serangan Udara Terbaru Rusia di Ukraina

Amastya 1 Jun 2023, 12:51
Sebuah gedung apartemen rusak selama serangan drone Rusia besar-besaran di Kyiv /Reuters
Sebuah gedung apartemen rusak selama serangan drone Rusia besar-besaran di Kyiv /Reuters

RIAU24.COM - Serangan udara diluncurkan oleh Rusia di Ukraina pada Kamis pagi di mana tiga orang tewas, termasuk dua anak. Serangan terbaru membawa teror baru ke ibu kota, setelah seminggu mogok.

Serangkaian serangan udara dilancarkan oleh pasukan Rusia di ibu kota Ukraina, termasuk serangan siang hari pada Senin yang memaksa penduduk mencari perlindungan.

Serangan pada hari Kamis dimulai sekitar pukul 03:00 waktu setempat (0000 GMT), di mana dua anak tewas dan 10 lainnya luka-luka, kata pejabat.

"Di antara tiga yang tewas di distrik Desnyansky, ada dua anak (berusia 5-6 dan 12-13)," tulis Administrasi Militer Kota Kyiv di Telegram.

Pada hari Rabu, Rusia menyatakan bahwa mereka telah memulai evakuasi ratusan anak-anak dari desa-desa ketika penembakan meningkat di Belgorod, sebagaimana Kremlin menyebut situasi itu mengkhawatirkan.

Pihak berwenang telah memulai evakuasi anak-anak dari distrik perbatasan Graivoron dan Shebekino, kata gubernur regional Vyacheslav Gladkov di Telegram.

"Pertanyaan keselamatan anak-anak di dua distrik sangat penting. Kita semua, orang dewasa, sangat khawatir," tambah Gladkov.

Pada hari Rabu, ketegangan semakin meningkat antara Rusia dan Barat saat Jerman mengumumkan akan memotong secara drastis menjatuhkan kehadiran diplomatik Moskow di tanahnya sebagai balasan atas langkah serupa yang diambil oleh Kremlin.

Moskow menyebut keputusan yang diambil oleh Jerman tidak dipikirkan dengan baik.

Gubernur Gladkov mengatakan bahwa pihak berwenang akan membawa 300 anak pertama yang dievakuasi ke Voronezh, sebuah kota yang berjarak sekitar 250 kilometer dari Rusia.

“Dan lebih dari 1.000 anak lagi akan dipindahkan ke provinsi lain dalam beberapa hari mendatang,” tambahnya.

Koresponden badan milik negara RIA Novosti di dekat Voronezh mengatakan bahwa bus, dengan 150 orang di dalamnya, telah tiba.

(***)