Menu

Korban Tewas Jadi 67 Orang Akibat Kebakaran Hutan di Lahaina Hawaii

Zuratul 12 Aug 2023, 13:59
Korban Tewas Jadi 67 Orang Akibat Kebakaran Hutan di Lahaina Hawaii. (CNBCIndonesia/Foto)
Korban Tewas Jadi 67 Orang Akibat Kebakaran Hutan di Lahaina Hawaii. (CNBCIndonesia/Foto)

RIAU24.COM - Jumlah korban tewas kebakaran hutan dahsyat di pulau Maui, HawaiiAmerika Serikat (AS), bertambah menjadi 67 orang.

Otoritas setempat meyakini kebakaran ini merupakan bencana paling mematikan dalam sejarah Hawaii.

Pada Jumat pagi, Gubernur Hawaii Josh Green mengatakan bahwa upaya pencarian dan pemulihan sedang dilakukan untuk sekitar 1.000 orang yang masih belum ditemukan.

Sejauh ini, petugas hanya mencari orang di luar ruangan sembari menunggu tim pendukung lainnya, termasuk anjing pelacak, untuk menggeledah bagian dalam sejumlah gedung.

Kurangnya jumlah petugas dan minimnya layanan seluler diyakini berkontribusi terhadap gagalnya peringatan yang bertujuan memperingatkan warga Hawaii mengenai ancaman kebakaran hutan.

Dikutip dari laman Independent.co.uk, Sabtu, 12 Agustus 2023, kebakaran hutan terus menghancurkan Lahaina, dengan lebih dari 1.700 bangunan dan properti bernilai miliaran dolar hancur. Pendiri Amazon Jeff Bezos telah menjanjikan USD100 juta untuk mendanai upaya bantuan.

Kebakaran hutan yang melanda sebagian Maui pekan lalu membawa tingkat kehancuran dan kematian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tapi meski kejadian ini jarang terjadi, Hawaii sudah tidak asing lagi dengan kebakaran hutan.

"Kebakaran hutan bukan hal yang aneh di Hawaii, sesekali terjadi kebakaran setiap tahun. Tapi kebakaran tahun ini membakar area yang lebih luas dari biasanya, dan pola kobaran api sangat ekstrem, dengan tingkat penyebaran cepat dan api yang besar," kata Dr Thomas Smith, seorang profesor di London School of Economics and Political Science.

Ia mengatakan bahwa kecepatan dan intensitas api didorong tanah yang dipenuhi tumbuhan kering mudah terbakar.

"Pengabaian lahan merupakan faktor yang berperan dalam intensitas dan kecepatan kebakaran," sebut Dr Smith.

"Jelas dari citra satelit, dan dari mereka yang mengetahui daerah itu dengan baik, bahwa tanah pedesaan di sebelah timur Lahaina dulunya adalah perkebunan yang dikelola secara intensif dengan saluran irigasi. Lahan pertanian akan tahan api, dengan muatan bahan bakar yang sangat rendah (vegetasi yang mudah terbakar) dan kelembapan bahan bakar yang lebih tinggi karena irigasi."

"Karena sebagian besar tanah ini telah ditinggalkan, rerumputan panjang, semak belukar dan pohon muda telah berakar, sehingga secara substansial meningkatkan jumlah vegetasi yang mudah terbakar di sekitar kota," tambah Dr Smith.

(***)