Menu

Update Letusan Gunung Marapi: Korban Tewas Meningkat Menjadi 22 Orang

Amastya 6 Dec 2023, 09:11
Abu vulkanik memuntahkan dari Gunung Marapi selama letusan seperti yang terlihat dari Tanah Datar di Sumatera Barat pada 3 Desember 2023 /AFP
Abu vulkanik memuntahkan dari Gunung Marapi selama letusan seperti yang terlihat dari Tanah Datar di Sumatera Barat pada 3 Desember 2023 /AFP

RIAU24.COM - Dua hari setelah letusan mendadak Gunung Marapi di Indonesia, tim penyelamat telah menemukan mayat 22 orang sejauh ini dari lereng gunung berapi, menurut laporan AFP.

Ratusan penyelamat telah bekerja sepanjang waktu, berjuang melawan medan yang sulit dan cuaca yang mengerikan untuk menemukan pejalan kaki yang hilang.

"Sembilan dari 10 korban hilang ditemukan tewas sore ini dan saat ini, mereka sedang dievakuasi. Ada satu korban yang tersisa saat ini dalam pencarian," kata Abdul Malik, kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan Padang seperti dikutip oleh AFP.

Pada saat letusan, sebanyak 75 pendaki ditemukan hidup dan dibawa turun dengan cepat oleh responden pertama. Bahkan kemudian, banyak dari mereka menderita luka bakar dan patah tulang.

Hendra Gunawan, kepala badan vulkanologi Indonesia, menyalahkan para pendaki karena terlalu dekat dengan kawah yang menyebabkan hilangnya nyawa.

Badan tersebut merekomendasikan tidak ada aktivitas manusia di zona tersebut dan bahwa dampak parah dilaporkan untuk korban dalam jarak 1,5 kilometer dari kawah.

Erupsi Gunung Marapi

Pada hari Minggu, Gunung Marapi meletus, memuntahkan menara abu 3,00 meter, lebih tinggi dari gunung berapi itu sendiri, ke langit Sumatra.

Marapi tetap berada di level tertinggi ketiga dari empat tingkat siaga sejak 2011 yang menunjukkan aktivitas vulkanik di atas normal.

Penyebaran abu vulkanik yang kuat di distrik-distrik terdekat telah meninggalkan jalan dan mobil dilapisi lapisan abu.

Menanggapi letusan, pihak berwenang menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat, melarang penduduk dan pengunjung terlibat dalam kegiatan apa pun dalam radius tiga kilometer dari kawah gunung berapi.

Mengapa sering meletus?

Aktivitas vulkanik yang sering terjadi di wilayah ini menunjukkan kerentanan negara terhadap bencana alam, terutama pewarna geografinya.

Indonesia adalah negara kepulauan yang luas yang terdiri dari ribuan pulau di dalam Cincin Api, zona berbentuk tapal kuda yang mengelilingi Samudra Pasifik, ditandai dengan aktivitas seismik dan vulkanik yang tinggi.

Aktivitas tektonik di Cincin Api Pasifik adalah hasil dari pergerakan beberapa lempeng tektonik di bawah permukaan bumi.

Indonesia, khususnya, berada di konvergensi beberapa lempeng tektonik utama, termasuk Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia.

Pergerakan konstan lempeng-lempeng ini bertanggung jawab atas gempa bumi dan letusan gunung berapi.

(***)