Menu

Waskita Kerjakan 90 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp52,7 T, Termasuk Program Kebanggaan Jokowi Ini

Zuratul 24 Dec 2023, 09:26
Potret Rancangan Bentuk IKN (Ibu Kota Nusantara). ( Instagram @kemensetneg.ri)
Potret Rancangan Bentuk IKN (Ibu Kota Nusantara). ( Instagram @kemensetneg.ri)

RIAU24.COM -PT Waskita Karya (Persero) Tbk saat ini tengah mengerjakan 90 proyek dengan total nilai kontrak sebesar Rp52,7 triliun. 

Proyek tersebut adalah penugasan dari pemerintah yang ada di Proyek Strategis Nasional (PSN).

Berdasarkan dari segmentasi proyek, total nilai kontrak tersebut bersumber dari proyek konektivitas infrastruktur sebesar 60 persen. 

Sumber daya air sebesar 17 persen, gedung sebesar 13 persen, EPC dan anak usaha sebesar 10 persen.

"Sampai dengan saat ini Perseroan mengerjakan 90 proyek on-going dengan total nilai kontrak sebesar Rp52,7 triliun," ujar SVP Corporate Secretary Perseroan, Ermy Puspa Yunita dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/12).

Selain itu, Waskita juga berkontribusi banyak dalam pembangunan mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan total nilai kontrak sebesar Rp10,2 triliun.

Di mana porsi Waskita dalam proyek tersebut sebesar Rp6,7 triliun.

Sebanyak 10 proyek IKN yang dikerjakan perseroan adalah Jalan Akses Lingkar Sepaku Seksi 4, Jalan Tol IKN Segmen 5A, Gedung Sekretariat Negara, Gedung Kemenko 3, Gedung Kemenko 4, IPAL 1,2,3 & 4 IKN, Jalan Feeder kawasan KIPP IKN, Rumah Susun ASN, Jalan Nasional IKN Seksi 6C-1 dan Multi Utility Tunnel-01 (MUT).

Selain itu, perseroan telah membukukan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp14,4 triliun sampai November 2023. 

Berdasarkan kepemilikan proyek perolehan NKB ini masih didominasi oleh proyek pemerintah sebesar 62 persen. 

Lalu diikuti oleh proyek BUMN/BUMD sebesar 22 persen, pengembangan usaha sebesar 15 persen dan swasta sebesar 1 persen.

"Sementara itu berdasarkan segmentasi jenis proyek, konektivitas infrastruktur sebesar 54 persen, sumber daya air sebesar 15 persen, gedung sebesar 17 persen, EPC sebesar 1 persen dan anak usaha sebesar 14 persen," jelas Ermy.

Untuk 2024, kata Ermy, perseroan menargetkan NKB tercapai sampai dengan Rp20 triliun secara konsolidasi. 

Pihaknya optimistis target tersebut akan tercapai.

"Proses ini sudah berjalan on the track untuk menciptakan bisnis yang lebih sehat dan prudent, sehingga kepercayaan yang diberikan oleh publik dapat kami jaga dengan baik," katanya.

(***)