Presiden Boleh Berpihak dan Kampanye Bentuk Kepanikan
Jokowi (net)
"Kami minta semuanya untuk pukul kentongan, membangunkan kesadaran, menyelamatkan demokrasi, dan menyelamatkan pemilu dari kecurangan," sambungnya melansir jawapos.
Ia menyebut, keberpihakan Presiden Jokowi itu bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan, yang saat ini digenggamnya.
Padahal, semangat reformasi 1998 telah menggaungkan anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Baca juga: Kementerian Keuangan Pindahkan 213 Staf ke Direktorat Pajak untuk Tingkatkan Kapasitas Penagihan
"Jadi rakyat akan memandang bahwa keberpihakan presiden itu pasti tujuannya untuk melanggengkan kekuasaan pihak tertentu," ucap Gus Jazil.
Baca juga: Sempat Tuai Kontroversi, Pinkan Mambo Akhirnya Diangkat Ivan Gunawan Dari Jalan ke Panggung
Padahal, semangat reformasi 1998 telah menggaungkan anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).