Menu

Waduh! Dokter Temukan Jarum Akupuntur 'Nyangkut' di Otak Pria 74 Tahun

Zuratul 19 Feb 2024, 14:05
Waduh! Dokter Temukan Jarum Akupuntur Tertancap di Otak Pria 74 Tahun. (X/Foto)
Waduh! Dokter Temukan Jarum Akupuntur Tertancap di Otak Pria 74 Tahun. (X/Foto)

RIAU24.COM -Seorang pasien 74 tahun mengira dirinya mengidap aneurisma, ternyata setelah diperiksa ada jarum akupunktur yang tertancap di dalam otaknya. Kasus tersebut terungkap dalam Journal of Medical Case Reports.

Berdasarkan hasil pemindaian, terlihat ada jarum akupunktur berwarna emas dan agak runcing sepanjang setengah inci atau sekitar 1,27 cm itu bersarang di dalam arteri otak pria tersebut. 

Hal itu menyebabkan perdarahan internal yang berdampak pada masalah ingatannya.

Keluarganya mengatakan jarum tersebut kemungkinan sudah ada di sana selama dua dekade saat pria tersebut menjalani akupunktur pada awal tahun 2000-an untuk mengatasi migrain yang terus-menerus.

Jarum kecil di dalam tubuh pria itu ditemukan di arteri yang mengalir melalui otak di belakang mata kanan, yang disebut arteri serebral tengah kanan. 

Diduga jarum tersebut mungkin patah selama perawatan akupunktur dan kemudian tertancap ke arteri di belakang mata. Penyebab patahnya sampai saat ini masih belum diketahui.

Untuk mencabut jarum tersebut, dokter terlebih dahulu harus memotong sebagian tengkoraknya atau prosedur yang disebut kraniotomi untuk melihat otaknya. 

Dokter kemudian memotong dura mater, atau lapisan luar otak yang tebal, dan menggunakan mikroskop bedah untuk menavigasi otak dan jarum akupunktur yang tertancap tersebut. Ini bertujuan untuk menghindari arteri dan struktur vital.

Jarum kemudian dicabut, dan pembuluh darah yang pecah ditutup menggunakan klip logam yang sangat kecil untuk menutup bagian pembuluh yang pecah. 

Setelah operasi, kondisi pria tersebut awalnya stabil, bahkan alat ventilator yang terpasang di tubuhnya dilepas sepuluh hari kemudian.

Namun setelahnya pria yang tak disebutkan namanya itu mengalami infeksi paru-paru saat berada di rumah sakit dan meninggal tiga minggu setelah operasi.

Dokter mengatakan infeksi tersebut mungkin ada hubungannya dengan dia yang tidak sadarkan diri selama operasi, yang menonaktifkan pertahanan alami tubuh terhadap infeksi paru-paru seperti refleks batuk atau muntah.

Dokter mendiagnosis pria tersebut mengidap pseudoaneurisma intrakranial, yaitu kondisi ketika darah bocor keluar dari pembuluh darah di otak namun tertahan oleh jaringan di sekitarnya.

Penyakit ini berbeda dengan aneurisma dan sangat jarang terjadi. Dokter mengatakan kasus ini adalah yang pertama tercatat dalam literatur medis tentang seorang pria mengidap pseudoaneurisma yang disebabkan oleh jarum akupunktur. 

Akupunktur adalah praktik pengobatan tradisional China yang melibatkan penusukan ratusan jarum kecil ke titik-titik tertentu di tubuh untuk merangsang energi, yang dikenal sebagai qi atau diucapkan "chee".

Kasus-kasus pseudoaneurisma sebelumnya disebabkan oleh infeksi yang merusak arteri di otak serta trauma kepala atau benturan keras pada kepala.

(***)