Menu

Kerja Nyata Penanganan Stunting RAPP yang Inovatif, Kolaboratif dan Berkelanjutan Dipuji Oleh Ketua Apindo

Devi 1 Mar 2024, 21:45
Kerja Nyata Penanganan Stunting RAPP yang Inovatif, Kolaboratif dan Berkelanjutan Dipuji Oleh Ketua Apindo
Kerja Nyata Penanganan Stunting RAPP yang Inovatif, Kolaboratif dan Berkelanjutan Dipuji Oleh Ketua Apindo

RIAU24.COM - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, memuji inisiatif perusahaan-perusahan dalam menekan prevalensi stunting di Riau, khususnya Kabupaten Pelalawan.

Seperti kerja nyata yang dilakukan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), APRIL Group turut menekan angka prevalensi stunting di wilayah operasionalnya.

Itu disampaikan Shinta dalam kunjungannya ke Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Rabu (28/2/2024). Shinta berkesempatan mengunjungi Rumah Anak Sigap (RAS) Posyandu Kamboja di Pangkalan Kerinci Timur.

Ia melihat langsung dan menerima penjelasan upaya RAPP dalam penanganan stunting. Mulai dari advokasi kebijakan dan penganggaran, penguatan peran lembaga penyelenggara kesehatan, dan mobilisasi institusi tingkat masyarakat.

"Saya melihat sendiri upaya APRIL Group menerapkan upaya penanganan stunting dengan program terintegrasi. Tidak hanya segi komunikasi dan edukasi, tapi juga terintegrasi dengan Posyandu dan Puskesmas," kata Shinta.

Apindo sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan RAPP yang menghadirkan keberadaan RAS. Sehingga rumah tersebut menjadi pusat layanan pengasuhan bersama keluarga anak di bawah tiga tahun (Batita), menjadi media informasi dan ruang literasi dan wahana komunikasi dan edukasi, khususnya bidang pendidikan melalui stimulasi psikososial, kesehatan, dan gizi bagi keluarga anak.

Shinta meyakini kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah adalah kunci utama dalam mengatasi risiko penurunan kualitas SDM seperti stunting.

"Sinergisitas pemerintah daerah dan APRIL Group luar biasa dan bisa jadi model percontohan untuk diterapkan di daerah lain. Inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan," sebutnya.

Pada kesempatan itu Bupati Pelalawan Zukri menerima kunjungan Shinta yang didampingi Direktur Utama RAPP Sihol Aritonang, Direktur RAPP Mulia Nauli, dan rombongan. Ia mengatakan peran RAPP sangat berpengaruh pada upaya dan pencapaian target Pemkab Pelalawan dalam penanggulangan stunting.

"Berkat dukungan RAPP, upaya kita berjalan baik dalam penanganan stunting. Terima kasih untuk RAPP dan Tanoto Foundation yang sudah memberikan pendampingan yang luar biasa untuk Pelalawan. RAS akan jadi pilot project bagi kita dalam penanganan stunting," jelasnya.

Foto bersama

Jelasnya lagi, di awal tahun 2024 ini angka stunting di Pelalawan menjadi 11,2%. Angka tersebut sudah jauh di bawah target nasional sebesar 14 persen untuk tahun 2024.

Ke depan, dia berharap akan lebih banyak lagi RAS di Pelalawan. RAS menyediakan berbagai layanan untuk mencegah prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas pengembangan dan pendidikan anak usia dini.

"Kita juga minta bantuan Apindo wujudkan Pelalawan zero stunting. Terimakasih atas dukungan RAPP dan Apindo. Bersama-sama kita mendorong tercapainya target pemerintah pusat dalam menekan angka prevalensi stunting," tutupnya.

Sementara itu Wakil Bupati (Wabub) Siak, Husni Merza menyebut RAPP sudah memberi andil besar dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Siak.

"Siak adalah salah satu daerah yang banyak menerima manfaat dari keberadaan RAPP. Termasuk dalam upaya penanganan stunting. Pemerintah dan RAPP berkolaborasi baik dalam hal teknis maupun advokasi, guna menekan angka prevalensi stunting," katanya ketika pemaparan program penanganan stunting di hadapan Shinta, di RGE Technology Center, Riau Kompleks.

Lalu Sihol Aritonang menyebut, sejak tahun 2020, APRIL Group meluncurkan komitmen berkelanjutan APRIL2030. Salah satu komitmen RAPP untuk mewujudkannya adalah menurunkan prevalensi stunting di Riau hingga 50 persen. Saat ini angka stunting di Provinsi Riau berada pada 17 persen.

"Ini sejalan dengan prioritas pemerintah. Kita sangat berkomitmen menjalankan program penanggulangan stunting. Mulai dari yang bersifat advokasi hingga kegiatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan," jelasnya.

Selain itu, Sihol mengungkapkan Apindo juga mempunyai komitmen untuk memobilisasi dan melibatkan 1.000 pengusaha Apindo untuk penanggulangan stunting, yang diberi nama gerakan "1.000 Pengusaha Gotong Royong untuk Stunting".

Gerakan ini dalam rangka menjalankan komitmen kolaboratif untuk melawan stunting dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai tambahan, salah satu aksi nyata RAPP dalam penanggulangan stunting antara lain menyalurkan bantuan alat-alat kesehatan (Alkes) hingga 809 item kepada Puskesmas di Kabupaten Siak, Kuantan Singingi, dan Pelalawan dalam kurun waktu tahun 2023 hingga 2024.

Selain itu, produsen pulp dan kertas terintegrasi ini telah memfasilitasi pelatihan 145 tenaga kesehatan di tiga daerah tersebut, tentang integrasi layanan primer (ILP) dan penggunaan Alkes. ***