Menu

Serangan Teror Moskow: Rusia Tuduh AS Sembunyikan Keterlibatan Ukraina dalam Insiden

Amastya 23 Mar 2024, 17:17
Layanan darurat Rusia dideplot di dalam tempat konser Crocus City Hall yang terbakar dan juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby /Reuters
Layanan darurat Rusia dideplot di dalam tempat konser Crocus City Hall yang terbakar dan juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby /Reuters

RIAU24.COM Rusia menuduh AS menahan intelijen mengenai 'keterlibatan' Ukraina dalam serangan teror mematikan di Moskow.

Ini terjadi setelah Gedung Putih pada hari Jumat (22 Maret) mengatakan tidak memiliki indikasi awal bahwa Ukraina, yang sedang memerangi invasi oleh Rusia, terlibat dalam serangan mengerikan di sebuah gedung konser di Moskow.

"Atas dasar apa para pejabat di Washington menarik kesimpulan di tengah-tengah tragedi tentang keterlibatan siapa pun? Jika Amerika Serikat memiliki atau memiliki informasi yang dapat dipercaya tentang masalah ini, itu harus segera diserahkan ke pihak Rusia," tanya Maria Zakharova, juru bicara kementerian luar negeri Rusia.

"Dan jika tidak ada data seperti itu, maka Gedung Putih tidak memiliki hak untuk mengeluarkan indulgensi kepada siapa pun. Semua yang terlibat, menurut kepemimpinan Rusia, akan diidentifikasi oleh otoritas yang kompeten," tweetnya.

Ukraina Bantah Keterlibatan, AS Tegaskan Kembali Klaim Kyiv

Ukraina sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa mereka tidak memiliki peran dalam serangan hari Jumat.

Sebuah pernyataan oleh penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mengklarifikasi negaranya tidak ada hubungannya dengan serangan itu.

"Kami memiliki perang skala penuh, habis-habisan dengan tentara reguler Rusia dan dengan Federasi Rusia sebagai sebuah negara. Dan terlepas dari segalanya, semuanya akan diputuskan di medan perang," katanya.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby, ketika berbicara tentang keterlibatan Ukraina dalam serangan teror Moskow pada konferensi pers mengatakan, "Tidak ada indikasi saat ini bahwa Ukraina, atau Ukraina, terlibat dalam penembakan itu. Saya akan melecehkan Anda pada jam-jam awal ini dari koneksi apa pun ke Ukraina."

Kirby menambahkan bahwa AS telah mengumpulkan informasi tentang serangan itu.

"Gambar-gambar itu mengerikan dan sulit untuk ditonton, dan pikiran kita jelas akan bersama para korban serangan penembakan yang mengerikan ini. Anda harus menyadari bahwa ada beberapa ibu dan ayah, saudara laki-laki dan perempuan dan putra dan putri yang belum mendapatkan berita. Dan ini akan menjadi hari yang sulit," tambahnya.

Beberapa pria bersenjata tak dikenal menembaki kerumunan yang berkumpul di Balai Kota Crocus di Krasnogorsk dekat Moskow di mana sedikitnya 93 orang tewas dan 140 lainnya terluka.

Penembakan itu terjadi selama konser grup rock Rusia Piknik yang tiketnya terjual habis. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

(***)