Menu

Mahkamah Agung AS Akan Lakukan Persidangan Kasus Larangan TikTok

Amastya 10 Jan 2025, 20:48
Gambar representatif TikTok /Reuters
Gambar representatif TikTok /Reuters

"Larangan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya di negara kita dan, jika diberlakukan, akan menyebabkan gangguan yang luas dalam kemampuan orang Amerika untuk terlibat dengan konten dan audiens pilihan mereka secara online," kata mereka.

Dalam perkembangan jam ke-11 pada hari Kamis, miliarder AS Frank McCourt, pendiri lembaga nirlaba Project Liberty, mengumumkan bahwa ia telah membentuk konsorsium untuk mengakuisisi aset TikTok di AS dari ByteDance.

"Kami telah mengajukan proposal ke ByteDance," kata McCourt dalam sebuah pernyataan.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan ByteDance, Presiden terpilih Trump, dan pemerintahan yang akan datang untuk menyelesaikan kesepakatan ini," tambahnya.

AFP, di antara lebih dari selusin organisasi pemeriksa fakta lainnya, dibayar oleh TikTok di beberapa negara untuk memverifikasi video yang berpotensi berisi informasi palsu.

(***)

Halaman: 34Lihat Semua