Menu

Netanyahu Blokir Kunjungan Presiden Prancis ke Israel Terkait Sengketa Negara Palestina

Amastya 4 Sep 2025, 19:03
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Prancis Emmanuel Macron /Reuters
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Prancis Emmanuel Macron /Reuters

Perselisihan tersebut segera menyebar ke media sosial.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengkritik Macron secara langsung di X, menuduhnya lebih peduli dengan visa bagi pejabat senior Otoritas Palestina daripada hasutan Palestina dan pembayaran kepada para pelaku penyerangan yang dihukum.

"Presiden Macron sangat prihatin dengan visa bagi pejabat senior Otoritas Palestina. Itulah yang membuatnya terjaga di malam hari. Ia tidak memprotes hasutan yang merajalela dalam sistem pendidikan Otoritas Palestina terhadap Israel dan Yahudi. Ia juga tidak menentang gaji bagi teroris dan keluarga mereka," tulis Sa'ar.

Ia menuduh Macron ikut campur dalam konflik yang bukan bagiannya, mengklaim pendekatan pemimpin Prancis itu merusak stabilitas regional dan menyeret Timur Tengah serta sistem internasional ke arah tindakan sepihak. Tindakannya berbahaya, tidak akan membawa perdamaian.

Prancis membela perannya dalam upaya perdamaian

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menepis kritik Sa'ar, menegaskan bahwa inisiatif Macron telah mendapatkan konsesi besar.

Halaman: 123Lihat Semua