Akademisi Pertanian Kagumi Transformasi Digital dan Energi Hijau PTPN IV Regional III
Selain itu, para akademisi turut diperlihatkan PalmCo Business Cockpit (PBC) yang berisi instrumen produksi PTPN IV dari hulu hingga hilir. Bambang Budi Santoso menjelaskan langsung pemanfaatan seluruh peralatan digital tersebut yang membuat decak kagum para peserta field trip.
Instrumen ini, menurut Bambang menjadi bagian dari strategi penguatan pengawasan operasional serta menjaga ketahanan aset perusahaan.
Lewat platform ini juga, kata dia, data terkait produksi dan produktivitas TBS, CPO, hingga penjualan dapat dilihat secara langsung. Bahkan, aspek perawatan, pemanenan, hingga pendapatan perusahaan di setiap regional terintegrasi dalam satu dashboard.
“PalmCo Business Cockpit adalah contoh nyata digitalisasi perkebunan. Dengan sistem ini, manajemen bisa mengambil keputusan lebih cepat, akurat, dan transparan,” jelas Bambang.
Tujuan berikutnya membawa para akademisi ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Pagar. Mereka menyaksikan bagaimana TBS diolah menjadi minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dengan standar industri. Proses yang kompleks tersebut dipaparkan secara detail, termasuk sistem pengendalian mutu dan efisiensi energi yang dijalankan perusahaan.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Ahmad Rifai, mengaku kagum dengan transformasi yang dijalankan PTPN IV Regional III. Ia menyebut perusahaan telah mengalami perubahan masif dibandingkan kunjungan terakhirnya empat tahun lalu.