Akademisi Pertanian Kagumi Transformasi Digital dan Energi Hijau PTPN IV Regional III
“Kalau boleh saya sampaikan, dulu kondisinya sangat berbeda. Kini, kami menyaksikan perubahan drastis, terutama pada aspek digitalisasi, efisiensi, dan pemanfaatan energi terbarukan. Ini adalah lompatan besar,” kata Rifai.
Salah satu titik yang paling menarik perhatian, papar Ahmad, adalah instalasi Pembangkit Tenaga Biogas (PTBG) PKS Sei Pagar. Dari lokasi itu, mereka belajar bagaimana limbah pabrik kelapa sawit yang selama ini dianggap masalah, justru diolah menjadi energi bersih berupa biogas.
Pemanfaatan limbah menjadi energi terbarukan ini dinilai selaras dengan tuntutan dunia terhadap praktik industri yang ramah lingkungan.
“Konsep waste to energy yang diterapkan PTPN IV Regional III adalah bukti keseriusan perusahaan dalam mendukung transisi energi hijau,” lanjutnya.
Kunjungan akademisi pertanian ini sendiri diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas antara perguruan tinggi dan PTPN IV Regional III. Para dekan menilai pengalaman langsung di lapangan memberi bahan riset yang kaya sekaligus memperluas wawasan mahasiswa nantinya.
“Melihat langsung proses ini memberikan perspektif baru bagi kami. Bagaimana sebuah perusahaan mampu membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” imbuhnya.