Diyakini Jejak Pemberontakan Yahudi, Koin Berusia 1.600 Tahun Ditemukan di Terowongan Galilea
“Ini menunjukkan bahwa ratusan tahun setelah terowongan ini digali, terowongan itu kembali digunakan,” ungkap Uri Berger (arkeolog dari Israel Antiquities Authority/IAA) dan Yinon Shivtiel (profesor arkeologi gua dari Zefat Academic College).
“Harta karun ini kemungkinan besar merupakan bukti unik bahwa kompleks persembunyian ini digunakan kembali saat krisis lain, yakni selama Pemberontakan Gallus sebuah pemberontakan yang hanya memiliki sedikit bukti sejarah.”
Para peneliti menemukan koin dalam sebuah lubang kecil yang digali di ujung terowongan berkelok. Hal ini menunjukkan bahwa pemiliknya dengan sengaja menyembunyikannya, berharap bisa mengambilnya kembali ketika keadaan sudah aman.
“Tampaknya orang yang menyembunyikan harta ini merencanakan dengan sangat hati-hati tempat penyimpanannya, dengan harapan bisa kembali mengambilnya setelah masa-masa sulit berlalu,” tambah Berger dan Shivtiel.
Romawi telah menguasai Tanah Suci sejak 63 SM, dan orang Yahudi melakukan pemberontakan beberapa kali sepanjang masa itu.
Pemberontakan Gallus dinamai dari Constantius Gallus, seorang “caesar” atau pejabat tinggi Romawi yang memerintah provinsi-provinsi timur atas nama Kaisar Constantius II (sepupunya).