Hadapi Krisis Perubahan Iklim, Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim Apresiasi Kolaborasi RAPP dan Masyarakat
RIAU24.COM - Perubahan iklim telah menjadi isu krusial di Indonesia dan dunia. Meningkatnya suhu global dan naiknya permukaan air laut menjadi pertanda bahwa dampak perubahan iklim semakin nyata.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim (API) secara resmi memulai penyusunan National Adaptation Plans (NAP).
Penyusunan dokumen NAP secara resmi telah dimulai pada Mei 2025, dengan target penyerahan ke United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) sebelum Konferensi Perubahan Iklim (COP) ke-30 di Brasil pada November 2025 nantinya. Penyusunan ini juga merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris.
Sebagai upaya lanjutan, Direktorat. API, United Nations Development Programme (UNDP), dan para pakar yang merupakan akademisi melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam rangka memperoleh informasi mengenai dampak perubahan iklim, tata kelola, serta strategi implementasi aksi adaptasi yang dilakukan sektor swasta dalam melakukan upaya mitigasi perubahan iklim.
Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Perencanaan dan Pembinaan Adaptasi Perubahan Iklim, Kardono, S.Hut., M.T., M.M.G., mengapresiasi peran sektor swasta dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Menurutnya, keterlibatan multi sektor akan memperkuat ketahanan lingkungan dan mempercepat pencapaian target pengurangan emisi nasional.
“Kami ingin memberi contoh bahwa aksi adaptasi oleh swasta juga ada dalam upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) dengan mengadopsi teknologi pemantauan dini, pengelolaan lahan berkelanjutan, serta kemitraan bersama masyarakat untuk pencegahan dan pemadaman kebakaran,” ujar Kardono.