Hadapi Krisis Perubahan Iklim, Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim Apresiasi Kolaborasi RAPP dan Masyarakat
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau Posko Sarana dan Prasarana (Sarpras) Fire Emergency Response Team (FERT) RAPP di Pelalawan Estate. Rombongan mendapatkan pemaparan sekaligus melihat secara langsung simulasi pemanfaatan alat dan teknologi terbaru FERT dalam upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemadaman kebakaran.
Selain itu, rombongan juga melakukan kunjungan langsung ke masyarakat di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, untuk melihat penerapan Program Fire Free Village Program (FFVP) yang diinisiasi oleh RAPP. Program Desa Bebas Api ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal di sekitar area operasional perusahaan dalam pencegahan karhutla.
Fire and Aviation Manager, Amron Budi Setiawan, menyambut baik kunjungan rombongan Dit. API beserta tim. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk berbagi pengalaman serta menunjukkan berbagai inovasi dan teknologi terbaru yang diterapkan RAPP dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
“Kami terus berkomitmen untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas tim, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar lingkungan tetap terjaga dan masyarakat sekitar terlindungi,” ujarnya
Senada dengan hal tersebut, Joko Satrio, warga Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan perusahaan dalam menjaga lingkungan. Ia menilai kehadiran program pencegahan kebakaran dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan RAPP telah memberikan dampak positif, baik bagi kelestarian hutan maupun peningkatan kesejahteraan warga sekitar.
“Selama ini perusahaan sangat peduli kepada masyarakat. Kami tidak hanya diedukasi untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tetapi juga diberikan program-program pembinaan seperti pelatihan budidaya pertanian berkelanjutan dan bantuan sarana usaha, sehingga masyarakat memiliki alternatif ekonomi tanpa harus membakar lahan,” ungkap Joko.