Menu

Respons Petinggi Hamas Ghazi Ahmad usai Didesak Tak Lagi Memerintah Gaza

Zuratul 28 Sep 2025, 13:33
Respons Petinggi Hamas usai Didesak Tak Lagi Memerintah Gaza. (Tangkapan Layar/@TimeofIsrael)
Respons Petinggi Hamas usai Didesak Tak Lagi Memerintah Gaza. (Tangkapan Layar/@TimeofIsrael)

Desakan agar Hamas tidak boleh masuk dalam pemerintahan di Palestina tertuang dalam 21 poin proposal Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada para pemimpin negara Arab dan mayoritas Muslim. 

Proposal yang memaparkan pengaturan pascaperang itu disampaikan di sela-sela Sidang Umum PBB ke-80 di New York.

Media Israel Channel 12 seperti dikutip dari Anadolu Agency melaporkan bahwa 21 poin usulan itu termasuk mencakup pemerintahan Palestina tanpa Hamas, pembentukan pasukan gabungan terdiri dari warga Palestina dan pasukan dari negara-negara Arab dan Muslim, dan memastikan pendanaan dari negara-negara Arab dan Islam untuk rekonstruksi Gaza.

Proposal itu juga menyebutkan agar Hamas segera membebaskan semua sandera dalam sekali pembebasan dalam 48 jam, bukan dilakukan secara bertahap.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga sebelumnya masih saja bersikeras akan tetap melanjutkan operasi militer untuk membebaskan sandera dan memusnahkan Hamas sehingga Gaza tak lagi jadi ancaman Israel.

(***) 

Halaman: 12Lihat Semua