Menu

Zelensky Ukraina Ungkap Israel Kirim Sistem Pertahanan Buatan AS

Amastya 28 Sep 2025, 16:19
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan konferensi pers di Kyiv pada 27 September 2025, di tengah invasi Rusia ke Ukraina /AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan konferensi pers di Kyiv pada 27 September 2025, di tengah invasi Rusia ke Ukraina /AFP

RIAU24.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (27 September) mengatakan bahwa Kyiv telah menerima sistem pertahanan udara Patriot buatan AS dari Israel sebulan sebelumnya, dan menambahkan bahwa ia berharap akan menerima dua lagi pada musim gugur.

Pernyataan tersebut disampaikan Zelensky saat berbicara dalam jumpa pers sekembalinya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, di mana ia bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dan pejabat senior pemerintahan AS lainnya.

Ia mengatakan bahwa pertemuannya dengan presiden AS tersebut ‘sangat baik.’

"Sistem (Patriot) Israel beroperasi di Ukraina. Sudah beroperasi selama sebulan. Kami akan menerima dua sistem Patriot pada musim gugur," kata Zelensky.

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya Ukraina untuk memperkuat pertahanan udaranya menjelang musim dingin, di mana serangan terhadap infrastruktur pemanas sering terjadi.

Rusia telah mengirimkan rentetan drone dan rudal ke Ukraina, yang memaksa Kyiv untuk meningkatkan pertahanan udaranya.

Ukraina akan membahas kesepakatan pembelian senjata dengan AS

Zelensky mengatakan bahwa delegasi AS dan Ukraina akan mengadakan beberapa pertemuan untuk membahas pembelian senjata pada September-Oktober melalui berbagai program.

Ia tidak merinci sumber pendanaannya.

Pemimpin Ukraina menambahkan bahwa Kyiv telah memberi Washington daftar senjata yang dicari Ukraina sebagai bagian dari rencana pembelian senjata senilai $90 miliar dari AS.

Ketika ditanya tentang laporan media yang mengklaim Ukraina meminta rudal jarak jauh Tomahawk dari AS, Zelensky mengatakan bahwa Kyiv siap untuk perjanjian terpisah mengenai jenis senjata tertentu, termasuk senjata jarak jauh.

Ia tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai kesepakatan tersebut, dan menyebutnya sebagai isu yang sangat sensitif.

Zelensky menambahkan bahwa Ukraina dan AS kini memiliki pemahaman bersama tentang apa yang sebenarnya terjadi di medan perang dan kemajuan apa yang dapat dicapai.

Sikap Israel terhadap perang Rusia-Ukraina

Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Israel tetap bersikap netral terhadap konflik tersebut.

Tidak seperti sekutu Barat Kyiv, Israel tidak mendorong sanksi terhadap Moskow.

Namun, hubungannya dengan Rusia memburuk setelah Moskow menunjukkan dukungannya kepada Iran, yang terlibat dalam perang 12 hari dengan Israel terkait program nuklir Teheran.

Kremlin juga mengutuk perang Israel di Gaza.

Sementara itu, Barat menuduh Iran memasok drone ke Rusia, yang digunakannya dalam serangan terhadap Ukraina.

(***)