Menu

PM Maroko Menyerukan Dialog Setelah 3 Orang Tewas dalam Protes Anti-Pemerintah Generasi Z

Amastya 3 Oct 2025, 10:18
protes Maroko /AFP
protes Maroko /AFP

Protes tersebut telah mengakibatkan ratusan orang terluka dan sekitar 1.000 orang ditangkap, menurut Asosiasi Hak Asasi Manusia Maroko.

Demonstrasi dipicu oleh rasa frustrasi yang meluas atas prioritas pemerintah terhadap persiapan Piala Dunia FIFA 2030 dibandingkan layanan publik esensial seperti layanan kesehatan dan pendidikan.

Para pengunjuk rasa mengkritik investasi besar-besaran dalam pembangunan stadion, sementara banyak sekolah dan rumah sakit masih kekurangan dana.

Slogan-slogan seperti "Stadion sudah ada, tapi di mana rumah sakitnya?" terdengar di seluruh demonstrasi di setidaknya 23 provinsi, di mana kerusakan signifikan dilaporkan terjadi pada mobil, bank, toko, dan gedung-gedung publik.

Gerakan protes ini dipimpin oleh sebuah kelompok daring yang terorganisir secara longgar bernama GenZ 212 , yang menggunakan platform seperti TikTok, Instagram, dan Discord untuk memobilisasi dan berkomunikasi.

Meskipun ada laporan kekerasan, kelompok ini secara terbuka menolak segala bentuk keterlibatan dengan aksi kekerasan dan menegaskan komitmennya terhadap demonstrasi yang damai dan beradab.

Halaman: 123Lihat Semua