Greta Thunberg Mengaku Diperlakuan Kasar oleh Israel Setelah Ditahan dari Armada
RIAU24.COM - Greta Thunberg, aktivis lingkungan Swedia, telah memberi tahu pemerintahnya bahwa ia diperlakukan kasar oleh otoritas Israel setelah ia ditahan oleh IDF dari armada bantuan ke Gaza.
Menurut laporan terbaru, pasukan Israel juga dilaporkan oleh seorang tahanan lain telah mengambil foto-foto di mana Thunberg diduga dipaksa memegang bendera. Identitas bendera-bendera tersebut belum diketahui.
Seorang pejabat Swedia, yang mengunjungi aktivis tersebut di penjara, mengatakan bahwa ia mengaku ditahan di sel yang dipenuhi kutu busuk, dengan makanan dan air yang terlalu sedikit.
Informasi tersebut diberikan oleh Kementerian Luar Negeri Swedia melalui surel kepada orang-orang yang dekat dengan Greta, lapor The Guardian.
Email tersebut berbunyi, "Kedutaan Besar telah berhasil bertemu dengan Greta. Ia melaporkan dehidrasi. Ia tidak menerima cukup air dan makanan. Ia juga menyatakan bahwa ia mengalami ruam yang ia curigai disebabkan oleh kutu busuk. Ia berbicara tentang perlakuan kasar dan mengatakan ia telah duduk terlalu lama di permukaan yang keras."
"Seorang tahanan lain dilaporkan memberi tahu kedutaan lain bahwa mereka melihat Thunberg dipaksa memegang bendera saat foto-foto diambil. Ia bertanya-tanya apakah foto-fotonya telah disebarluaskan," tambah pejabat kementerian Swedia tersebut, lapor surat kabar Inggris tersebut.