Buruh Harian di Tunisia Dijatuhi Hukuman Mati Karena Mengkritik Presiden di Facebook
RIAU24.COM - Pengadilan Tunisia menjatuhkan hukuman mati kepada Saber Chouchane, seorang buruh harian berusia 56 tahun dengan pendidikan terbatas, karena menulis unggahan Facebook yang mengkritik Presiden Kais Saied.
Sebuah langkah yang menuai kritik luas dari para pengacara hak asasi manusia di negara tersebut.
Chouchane, seorang warga biasa, memiliki pengetahuan terbatas dan telah dihukum atas tuduhan menyebarkan berita bohong, menghina presiden, menteri kehakiman, dan lembaga peradilan, serta melakukan agresi yang mengancam keamanan negara.
Keputusan ini menandai perubahan signifikan di Tunisia, di mana tidak ada eksekusi yang dilakukan dalam tiga dekade terakhir.
Keputusan tersebut dijatuhkan pada 1 Oktober 2025, di Pengadilan Tingkat Pertama di Nabeul, Tunisia.
Pengacara pembela Oussama Bouthalja telah mengajukan banding atas putusan pengadilan.