Menu

Buruh Harian di Tunisia Dijatuhi Hukuman Mati Karena Mengkritik Presiden di Facebook

Amastya 5 Oct 2025, 14:56
Presiden Tunisia Kais Saied menghadiri upacara pelantikannya di hadapan Majelis Nasional di Tunis pada 21 Oktober 2024 /AFP
Presiden Tunisia Kais Saied menghadiri upacara pelantikannya di hadapan Majelis Nasional di Tunis pada 21 Oktober 2024 /AFP

"Kami adalah keluarga yang menderita kemiskinan, dan kini penindasan dan ketidakadilan telah menambah kemiskinan," ujar Jamal Chouchane, saudara laki-laki Saber, kepada Reuters.

Memburuknya situasi demokrasi di Tunisia

Sejak perebutan kekuasaan pada tahun 2021, Saied telah menindak tegas kekuasaan yang krusial.

Ini merupakan upaya untuk mengintimidasi lawan, merongrong independensi peradilan, menekan kebebasan berbicara, dan membungkam mereka yang kritis terhadap pemerintah.

Saied telah mengkonsolidasikan kekuasaan sejak ia membekukan parlemen, yang disebut oleh para kritikus sebagai 'kudeta diri'.

Sejak itu, ia secara sistematis merusak semua lembaga demokrasi.

Halaman: 123Lihat Semua