Menu

Mahfud MD Nilai Sikap KPK Aneh: Minta Saya Laporkan Tentang Dugaan Mark Up Whoosh 

Zuratul 18 Oct 2025, 21:49
Mahfud MD Nilai Sikap KPK Aneh: Minta Saya Laporkan Tentang Dugaan Mark Up Whoosh.
Mahfud MD Nilai Sikap KPK Aneh: Minta Saya Laporkan Tentang Dugaan Mark Up Whoosh.

RIAU24.COM -Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto aneh. 

Hal itu merespons permintaan Ketua KPK yang meminta Mahfud MD untuk melapor tentang dugaan mark up proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh

“Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor ttg dugaan mark up Whoosh. Di dlm hukum pidana, jika ada informasi ttg dugaan peristiwa pidana mestinya aparat penegak hukum (APH) langsung menyelidiki, bukan minta laporan. Bisa jg memanggil sumber info utk dimintai keterangan,” tulisnya di akun @mohmahfudmd dikutip SindoNews, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Mahfud MD, laporan hanya diperlukan jika ada peristiwa yang tidak diketahui oleh APH sehingga perlu ada yang melaporkan, misalnya penemuan mayat. 

Tapi kalau ada berita, ada pembunuhan maka APH harus langsung bertindak menyelidiki tak perlu menunggu laporan.

”Dlm kaitan dgn permintaan agar saya membuat laporan, ini kekeliruan yg kedua dari KPK. Yg berbicara soal kemelut Whoosh itu sumber awalnya bukan saya. Seperti saya sebut di podcast TERUS TERANG yg awalnya menyiarkan itu adl NusantaraTV dlm rubrik "Prime Dialog" edisi 13 Oktober 2025 dgn narsum Agus Pambagyo dan Antony Budiawan,” cuitnya.

Menurut Mahfud, semua yang disampaikan sumbernya adalah NusantaraTV Antony Budiawan dan Agus Pambagyo yang disiarkan secara sah dan terbuka. Saya percaya kepada ketiganya maka saya bahas secara terbuka di Podcast Terus Terang.

Mahfud MD menilai aneh jika lembaga sebesar KPK tidak tahu jika ada media televise yang menyiarkan masalah tersebut. 

“Tapi aneh jika lembaga sebesar KPK tidak tahu bahwa NusantaraTV sdh menyiarkan masalah tsb. sebelum saya membahas di podcast TERUS TERANG. Terlebih hal itu sdh sy sebutkan juga. Coba lihat lagi,” tegasnya. 

Sebelumnya, Ketua KPK Setyo Budiyanto merespons mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyinggung dugaan mark up proyek Whoosh atau Kereta Cepat Jakarta-Bandung. 

Ketua KPK Setyo Budiyanto berharap apa yang diinformasikan Mahfud memiliki data pendukung.

"Kalau Pak Mahfud menyampaikan seperti itu mudah-mudahan ada informasi, ada data dan dokumen yang bisa mendukung kejelasan dari yang disampaikan," ujar Setyo di Jakarta.

(***)