Kereta Cepat, 'Jebakan Utang' China, dan Isu Mark Up yang Menyeret Jokowi
Pemerintah sendiri melalui CNN Indonesia sempat mengklaim bahwa proyek Whoosh menandai modernisasi transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan.
Presiden Jokowi bahkan pernah mengklaim bahwa biaya pembangunan Kereta Cepat lebih murah dari MRT per kilometer, meski kenyataannya nilai proyek terus membengkak hingga puluhan triliun rupiah, jauh di atas perkiraan awal $5,13 miliar atau sekitar Rp76,95 triliun.
Isu ini diperparah dengan ingkar janji penggunaan dana. Jokowi pada September 2015 menegaskan proyek ini tak akan menggunakan APBN.
Namun, pemerintah pada akhirnya mengalokasikan anggaran Rp4,1 triliun melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT KAI pada tahun 2022 untuk menambal kekurangan biaya.
Hal ini semakin menguatkan kritik bahwa proyek ambisius ini telah berubah menjadi beban publik.
(***)