Menu

Gerindra Akui NU Sebagai Pilar Bangsa

Azhar 31 Jan 2026, 18:52
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahamd Muzani. Sumber: kompas.com
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahamd Muzani. Sumber: kompas.com

RIAU24.COM - Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahamad Muzani menyebut pondok pesantren  tak bisa dipisahkan dari peran Nahdlatul Ulama (NU).

"Pondok pesantren itu tidak bisa dipisahkan dengan Nahdlatul Ulama. Karena pondok pesantren itu adalah NU besar,” tegasnya dikutip dari detik.com.

Tak kalah penting peran historis NU dalam perjalanan bangsa.

Bahkan perannya sudah dimulai dari masa penjajahan hingga mengisi kemerdekaan Indonesia.

"Hari ini, Sabtu 31 Januari 2026, usia NU tepat 100 tahun. NU lebih tua dari Republik Indonesia yang baru akan berusia 100 tahun pada 2045, 19 tahun lagi," ujar Muzani dalam peringatan 100 tahun NU, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.

Muzani mengingatkan bahwa saat NU didirikan pada 1926, kondisi bangsa Indonesia masih sangat memprihatinkan. 

Kala itu rakyat hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan pendidikan, namun para ulama dan kiai memiliki kesadaran tinggi terhadap nasib bangsa, rakyat, dan umat.