Menu

Efisiensi Anggaran hingga Rumah Singgah Pasien, Ini Pesan Wabup di Musrenbang Mempura

Lina 26 Feb 2026, 12:11
Efisiensi Anggaran hingga Rumah Singgah Pasien, Ini Pesan Wabup di Musrenbang Mempura
Efisiensi Anggaran hingga Rumah Singgah Pasien, Ini Pesan Wabup di Musrenbang Mempura

RIAU24.COM - SIAK – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mempura yang digelar di Kampung Benteng Hilir, Selasa (24/2/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan dan memprioritaskan usulan pembangunan agar lebih tepat sasaran serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Syamsurizal menegaskan bahwa realisasi APBD Kabupaten Siak tetap berjalan sesuai koridor dan mekanisme yang berlaku. Namun demikian, ia mengakui adanya penyesuaian terhadap beberapa program pembangunan tahun ini.

Menurutnya, penundaan sejumlah kegiatan dilakukan sebagai bentuk efisiensi dan penyesuaian terhadap realisasi keuangan daerah yang mengacu pada kebijakan Pemerintah Pusat.

“Prinsipnya, pembangunan tetap berjalan. Namun kita harus realistis dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah, agar pelaksanaannya tetap terukur dan tidak keluar dari koridor aturan,” ujarnya.

Inisiasi Wakaf untuk Rumah Singgah Pasien

Selain membahas perencanaan pembangunan fisik, Wakil Bupati juga menginisiasi gerakan sosial berupa ajakan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam sedekah wakaf.

Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan rumah singgah bagi pasien maupun keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan medis di Kabupaten Siak. Program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dari wilayah kecamatan yang jauh dari pusat layanan kesehatan.

Evaluasi Layanan Air Bersih

Isu layanan air bersih turut menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Menanggapi keluhan warga terkait gangguan distribusi, Syamsurizal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas nama Pemerintah Kabupaten Siak.

Ia menjelaskan bahwa gangguan tersebut terjadi akibat kendala teknis dan administrasi dalam proses pengalihan serta pemeriksaan aset. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelayanan air bersih kembali normal dan optimal.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Ini menjadi perhatian serius dan sedang dalam proses penanganan,” tegasnya.

Infrastruktur Jalan Jadi Sorotan

Selain air bersih, perbaikan akses jalan di wilayah Kecamatan Mempura juga menjadi topik hangat dalam sesi usulan dan saran. Masyarakat berharap pemerintah segera membenahi infrastruktur jalan guna menunjang mobilitas serta aktivitas ekonomi warga.

Musrenbang ini turut dihadiri jajaran OPD terkait, unsur pimpinan Kecamatan Mempura, para penghulu beserta perangkat kampung, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Diharapkan melalui forum ini, seluruh usulan dapat diselaraskan dengan skala prioritas pembangunan daerah tahun mendatang.(Lin)