Strategi Kopdes Merah Putih Hadapi Keterbatasan Lahan
RIAU24.COM - Menteri Koperasi Ferry Juliantono memiliki strategi khusus untuk mengatasi sulitnya mencari lahan di wilayah perkotaan, untuk mendirikan Koperasi Merah Putih.
Hal ini buntut, ketersediaan lahan seluas 1.000 meter persegi per unit koperasi menjadi tantangan utama di kawasan padat.
Strateginya, pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di kota-kota besar akan dibuat secara vertikal atau bertingkat, ujarnya dikutip dari inilah.com, Minggu, 29 Maret 2026.
Konsep bangunan bertingkat ini menjadi solusi teknis untuk memaksimalkan fungsi gudang dan gerai di atas lahan sempit.
"Mungkin akan dibangun bangunan fisik, gudang dan kelengkapannya untuk lahan terbatas mungkin dibuat secara vertikal," sebutnya.
Khusus di daerah, pemerintahnya diminta segera mendata aset tanah untuk memastikan program ini tetap berjalan di tingkat desa dan kelurahan.
"Kami di Kementerian Koperasi juga mempersiapkan surat perintah kerja bagi kondisi tanah-tanah yang kurang dari 1.000 meter persegi, karena ketersediaan tanah di kota-kota itu memang relatif sulit, kalau pun ada luasan lahannya lebih kecil," sebutnya.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 2.400 unit Koperasi Merah Putih yang rampung seratus persen, termasuk di Jawa Barat dan Kota Bandung.
Pemerintah menargetkan 34.000 bangunan fisik dapat selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan, dengan target jangka panjang mencapai lebih dari 80.000 koperasi.