Menu

Usulan Pemerintah Kurangi Subsidi BBM

Azhar 5 Apr 2026, 22:29
Ilustrasi BBM. Sumber: Internet
Ilustrasi BBM. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengusulkan kepada pemerintah mengurangi beban subsidi energi termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM).

Usulannya ini karena dunia sama-sama mengalami kenaikan harga minyak akibat konflik global, dikutip dari kompas.com, Minggu, 5 April 2026.

Subsidi energi yang makin membengkak akan meningkatkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan menumpuk utang.

"Kita minta bahwa agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga," ujarnya.

Menurutnya, pengurangan subsidi sudah dilakukan banyak negara untuk mengatasi potensi krisis di dalam negeri.

Sementara itu, mempertahankan harga BBM seperti sebelum konflik antara Iran dan AS-Israel justru membuat masyarakat tidak berhemat. 

"Dia akan (menciptakan) jalan macet jalan karena murah BBM. Di samping itu subsidi akan meningkat terus. Nah, kalau meningkat terus maka utang naik terus. Jadi itulah sebabnya memang ada mengatakan jangan dinaikkan. Iya betul, tidak dinaikkan mungkin sementara bagus tetapi utang akan menumpuk, dengan subsidi yang besar," ujarnya.