Menu

JK Dinilai Mukai Takut dengan Stok BBM Dalam Negeri

Azhar 7 Apr 2026, 23:18
Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Sumber: kompas.com
Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Sumber: kompas.com

RIAU24.COM - Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan menilai usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) agar Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dinaikan merupakan bentuk ketakutan yang berlebihan.

Padahal, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah mengarah kepada kemandirian energi, dikutip dari rmol.id, Selasa, 7 April 2026.

Justru potensi kelangkaan BBM ini dapat dimanfaatkan untuk menggenjot kemandirian energi.

"Ya, saya pikir kita ini percaya pada gerakan kemandirian energi yang sedang dilakukan oleh Presiden. Karena intinya kan Presiden ini sudah berusaha untuk melakukan berbagai aktivitas untuk melakukan konversi energi," sebutnya.

Buktinya, upaya pemerintah yang terus mentransformasi energi secara mandiri seperti mengalihkan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Liquefied Natural Gas (LNG) hingga bisa tersalurkan ke rumah-rumah tangga masyarakat Indonesia.

"Dikonversi jadi ini, energi. Kemudian (konversi minyak biodiesel dari) B40-B50," sebutnya.

Lagipula, keputusan Presiden Prabowo untuk menjaga harga jual BBM subsidi tetap seperti sekarang ini, yakni jenis Ron 90 (Pertalite) sebesar Rp10.000, adalah untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.

Jk