Menu

Ketika Aktivis Pilih Lawan Pengkhianat Konstitusi

Azhar 11 Apr 2026, 23:52
Ilustrasi aktivis. Sumber: Internet
Ilustrasi aktivis. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Sejumlah aktivis nasionalis memilih bergabung dalam Gerakan Kebangsaan Selamatkan Indonesia (Gaksi). 

Mereka menyerukan perlawanan terhadap pihak yang disebut sebagai pengkhianat konstitusi, dikutip dari rmol.id, Sabtu, 11 April 2026.

"Jadi kami berharap, ke depannya kehidupan bangsa Indonesia bisa lebih bagus lagi dan berjalan sesuai dengan konstitusi seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa kita," sebut salah satu aktivis, Soni.

Serupa dengan Soni, Marwan Batubara menyoroti tiga isu utama yang dinilai perlu dituntaskan, yakni polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo, dugaan pelanggaran hukum, serta pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden.

"Bicara tentang ijazah itu sebetulnya itu sangat terkait dengan fakta di alinea keempat pembukaan UUD itu ada kata-kata mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini kaitannya dengan pendidikan, dan pendidikan ini salah satu tolak ukurnya adalah ijazah," Sebutnya.

Ia menegaskan bahwa ijazah merupakan salah satu syarat penting dalam berbagai jabatan publik sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Kalau masalah ijazah ini dianggap masalah sepele, yang jelas di konstitusi diwajibkan, maka telah terjadi kejahatan. Dan itulah yang dilakukan oleh Jokowi baik untuk diri Jokowi sendiri maupun terhadap anaknya sendiri Gibran yang dimajukan sebagai Wakil Presiden. Karena ijazah keduanya diragukan," sebutnya.