Puan Tak Ikhlas Kala Pengasuh Ponpes di Pati Hanya Dapat Hukuman Ringan
RIAU24.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani mempertanyakan lemahnya perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan seksual.
Dia pun mendorong agar setiap pelaku kekerasan seksual ditindak tegas, dikutip dari rmol.id, Selasa 5 Mei 2026.
Dia pun menyoroti kasus terbaru, yakni aksi pencabulan terhadap puluhan santriwati di pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Termasuk menyoroti pencabulan oleh oknum TNI di Kendari, Sulawesi Tenggara.
"Masih maraknya kasus kekerasan seksual di Indonesia menunjukkan adanya kerentanan ruang aman bagi anak dan perempuan, khususnya di lingkungan dengan relasi kuasa yang kuat," ujarnya.
Dia percaya dengan adanya relasi kuasa, pelaku berada pada posisi sosial kuat, dan korban menjadi lebih lemah.
"Ketika korban sulit mengakses bantuan atau melaporkan kejadian, maka persoalannya bukan hanya pada pelaku, tetapi juga pada sistem yang belum memberikan perlindungan efektif," sebutnya.
Dia mengingatkan, penanganan kasus tidak boleh berhenti pada proses hukum semata, tetapi harus diikuti penguatan sistem perlindungan yang dapat dirasakan langsung oleh korban.