Menu

Alasan Dompet Warga Masih Tipis, sementara Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen

Azhar 6 May 2026, 21:56
Ilustrasi uang rupiah. Sumber: Antara
Ilustrasi uang rupiah. Sumber: Antara

RIAU24.COM - Guru Besar dan pakar ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi mengakui kinerja ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

Meskipun seperti itu pertumbuhan belum sepenuhnya tercermin di lapangan, dikutipdari inilah.com, Rabu 6 Mei 2026.

Dia yakin pertumbuhan ekonomi akan lebih inklusif dan dirasakan merata oleh masyarakat jika terjadi penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.

"Meskipun pertumbuhan terlihat tinggi, masyarakat masih menghadapi tekanan dari kenaikan harga kebutuhan pokok, serta daya beli yang belum pulih sepenuhnya," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini lebih banyak ditopang kebijakan fiskal ekspansif, terutama melalui percepatan belanja pemerintah (front-loading).

Strategi tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan PDB riil, namun dampaknya belum merata karena sebagian besar belanja masih terserap pada proyek-proyek besar dan belanja negara.

"Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sektor keuangan dan sektor riil. Terdapat indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini didorong oleh sektor-sektor tertentu yang tidak bersentuhan langsung dengan konsumsi akar rumput secara luas," ujarnya.