Menu

Dari Pagar Kantin ke Menara Bor: Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas Lewat Vokasi PHR

Muhardi 8 May 2026, 16:01
Chandra Setiawan dan Wahyu Kurniawan bersama rekan-rekannya saat melaksanakan pendidikan Vokasi PHR di Indonesia Drilling Training Center (IDTC), Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Chandra Setiawan dan Wahyu Kurniawan bersama rekan-rekannya saat melaksanakan pendidikan Vokasi PHR di Indonesia Drilling Training Center (IDTC), Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.


Chandra Setiawan.

Di sana, Chandra tidak lagi melihat rig dari balik pagar kantin. Ia mempelajari regulasi, teknis pekerjaan, hingga aspek keselamatan kerja (safety) yang sangat ketat. "Di IDTC, saya belajar banyak hal yang sebelumnya hanya bisa saya lihat dari jauh. Kami diajarkan untuk memahami setiap detail operasi di lapangan," jelasnya.

Sepulang dari IDTC, sembari menunggu jadwal magang resmi di Rig PDSI, Chandra tidak lantas berpangku tangan. Ia kembali ke habitat lamanya: membantu ibunya berjualan di sekitar Rig PDSI yang saat itu beroperasi di Menggala dan Sintong. Namun, takdir baik segera menjemput. Pada April 2026, perjuangannya membuahkan hasil nyata. Chandra mendapatkan panggilan kerja untuk bergabung di Rig PDSI.

"Saya ingin membanggakan orang tua saya. Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang penjual makanan di area rig juga bisa menjadi tenaga profesional di sana," ungkap Chandra dengan nada bangga.

Kisah perjalanan Wahyu Kurniawan menawarkan dimensi yang berbeda. Sebagai putra daerah berdarah Sakai, langkah Wahyu menembus industri hulu migas menjadi representasi nyata dari inklusivitas program vokasi ini.

Halaman: 123Lihat Semua