Menu

Diduga Korban Kekerasan, Jenazah Bocah di Siak Diautopsi

Lina 11 May 2026, 16:54
Diduga Korban Kekerasan, Jenazah Bocah di Siak Diautopsi
Diduga Korban Kekerasan, Jenazah Bocah di Siak Diautopsi

RIAU24.COM - SIAK, RIAU – Polres Siak bersama Tim Forensik Bid Dokkes Polda Riau melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam dan autopsi terhadap jenazah bocah laki-laki berinisial FA (6) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Senin (11/5/2026).

Langkah tersebut dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban yang sebelumnya diduga meninggal akibat tindak kekerasan.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais menjelaskan, proses ekshumasi dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan merupakan bagian dari penyelidikan lanjutan yang tengah dilakukan pihak kepolisian.

“Kegiatan autopsi ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian almarhum,” ujar AKP Raja Kosmos Parmulais.

Proses autopsi dipimpin langsung Ketua Tim Forensik Bid Dokkes Polda Riau Kompol dr. Desy Martha Panjaitan didampingi dokter forensik Penata I dr. Youga Balian Firdaus serta jajaran Satreskrim Polres Siak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Pidum Polres Siak, Kanit Reskrim Polsek Kerinci Kanan, Penghulu Kampung Kerinci Kiri H. Ali Kasim, tokoh masyarakat, serta pihak keluarga korban.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan sejumlah tahapan mulai dari pengamanan lokasi makam, proses pembongkaran makam, pemeriksaan autopsi secara menyeluruh, hingga pemakaman kembali jenazah setelah proses medis selesai.

Meski sempat diguyur hujan deras, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Kasat Reskrim menambahkan, hasil resmi autopsi belum dapat diketahui dalam waktu dekat karena masih menunggu pemeriksaan laboratorium forensik.

“Berdasarkan koordinasi dengan Tim Forensik, hasil laboratorium dan analisis autopsi diperkirakan keluar sekitar satu minggu ke depan,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengapresiasi dukungan keluarga dan masyarakat yang turut membantu kelancaran proses ekshumasi tersebut.

Sebelumnya, kasus kematian bocah FA menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan korban mengalami kekerasan fisik sebelum meninggal dunia. Polisi saat ini masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap fakta secara menyeluruh(Lin)