Setahun Menjabat, Afni-Syamsurizal Benahi BUMD, Bangun Infrastruktur dan Cicil Utang Rp231,7 Miliar
RIAU24.COM - SIAK – Tepat pada 4 Juni 2026, genap satu tahun kepemimpinan Bupati Siak Afni Zulkifli bersama Wakil Bupati Syamsurizal memimpin Kabupaten Siak. Di tengah tekanan fiskal yang berat akibat pemangkasan dana transfer pusat serta beban utang daerah yang besar, berbagai program pembangunan dan realisasi visi misi daerah tetap berjalan.
Sejak awal masa pemerintahan, Afni-Syamsurizal melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram dari Rp23 ribu menjadi Rp21 ribu per tabung. Pemerintah daerah juga menerapkan efisiensi anggaran perjalanan dinas serta penataan birokrasi guna menciptakan struktur organisasi yang lebih efektif dan responsif.
Salah satu fokus utama pembenahan dilakukan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perombakan jajaran komisaris dilakukan sebagai langkah perbaikan terhadap sejumlah BUMD yang sebelumnya mengalami kerugian.
Hasilnya mulai terlihat. PT Bumi Siak Pusako berhasil bangkit dan mencatatkan keuntungan hingga Rp100 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian. Sementara kawasan industri KITB yang sempat stagnan mulai menunjukkan geliat investasi dengan peluncuran sektor industri galangan kapal bernilai ratusan miliar rupiah.
Di sisi keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Siak berhasil mencicil pembayaran utang tahun anggaran 2024 sebesar Rp231,7 miliar dari total utang yang diwariskan mencapai Rp326,9 miliar. Saat ini masih tersisa sekitar Rp95,2 miliar untuk kewajiban tahun 2024, serta beban utang tahun 2025 sekitar Rp250 miliar yang masih dalam proses penyelesaian.
Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, mengatakan bahwa pemerintah tetap berkomitmen membayar utang sambil menjaga keberlangsungan pembangunan daerah.
"Selain memastikan BUMD wajib rebound, fokus dan komitmen Pemkab Siak sesuai arahan Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati tetap bayar utang, karena ada nasib pihak ketiga yang perlu diprioritaskan. Pemkab Siak optimis bisa membayarkan utang ini dengan menerapkan disiplin fiskal dalam bentuk efisiensi dan peningkatan PAD," ujarnya.
Berbagai langkah efisiensi ditempuh melalui pengurangan belanja yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat, pembatasan perjalanan dinas, penyesuaian belanja pegawai, hingga mendorong inovasi peningkatan PAD di seluruh perangkat daerah dan kecamatan. Pemkab Siak juga memperkuat kolaborasi pentahelix melalui pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Di bidang pendidikan dan sosial, pemerintah daerah telah menyalurkan seragam sekolah gratis kepada lebih dari 13 ribu siswa SD dan SMP, masing-masing dua pasang. Program ini turut melibatkan pelaku UMKM penjahit lokal. Melalui dukungan Baznas Siak, lebih dari 1.300 siswa dari keluarga kurang mampu juga menerima bantuan seragam sekolah.
Program Rumah Rakyat yang menjadi sarana dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat terus dilaksanakan secara rutin. Selain itu, bantuan beasiswa bagi keluarga penerima PKH dan non-PKH, bantuan untuk guru MDA dan MDTW, penyandang disabilitas, lansia, serta anak yatim tetap berjalan meski kondisi APBD cukup terbatas.
Pada sektor infrastruktur, pembangunan jalan terus dilakukan hingga ke wilayah pelosok. Tercatat peningkatan jalan beraspal sepanjang 4,3 kilometer, meliputi Jalan Sawit Permai–Teluk Merbau sepanjang 1,647 kilometer, Jalan Siak–Tumang sepanjang 1,712 kilometer, serta Jalan Poros Dusun Lubuk Miyam sepanjang 1 kilometer aspal dan 2,218 kilometer base.
Pemerintah daerah juga berhasil memperoleh dukungan pembiayaan infrastruktur dari APBN melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Salah satunya rekonstruksi Jalan Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan sepanjang 1,195 kilometer dengan konstruksi rigid beton senilai lebih dari Rp15 miliar.
Selain itu, Pemkab Siak melaksanakan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 152,30 kilometer, pembangunan semenisasi jalan sepanjang 6.946,22 meter, pembangunan drainase sepanjang 2.696,73 meter, serta normalisasi dan restorasi sungai sepanjang 77 kilometer.
Di bidang perumahan dan air bersih, pembangunan Rumah Layak Huni sebanyak 20 unit telah terealisasi. Pengembangan jaringan perpipaan dan Sambungan Rumah (SR) SPAM juga terus dilakukan, termasuk penambahan 498 sambungan rumah yang didukung APBN Tahun 2026.
Pada sektor kesehatan, pelayanan kesehatan gratis tetap menjadi prioritas. Pemerintah juga meningkatkan sarana dan prasarana di 17 puskesmas, membangun enam puskesmas pembantu (Pustu), serta melakukan pengembangan pada dua rumah sakit daerah.
Sementara di sektor pertanian, Pemkab Siak berhasil mengakses berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari APBN, meliputi 20 unit traktor roda empat, dua unit combine harvester, 69 unit pompa air, dan 20 unit handsprayer. Selain itu, pemerintah pusat juga telah menyetujui bantuan pembangunan jaringan irigasi pertanian senilai lebih dari Rp70 miliar.
Di sektor transportasi, Kabupaten Siak memperoleh bantuan empat unit bus DAMRI dari APBN yang memungkinkan pembukaan rute baru Tanjung Pal–Mengkapan. Kehadiran armada tersebut memperluas layanan transportasi publik hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemkab Siak juga menyediakan kendaraan khusus Angkutan Sekolah Istimewa untuk Anak Disabilitas Siak (ASIK).
Menutup refleksi satu tahun pemerintahan Afni-Syamsurizal, Sekda Mahadar menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemkab Siak diminta terus bekerja maksimal untuk melayani masyarakat.
"Ibu Bupati dan Bapak Wakil meminta seluruh jajaran Pemkab Siak tetap bekerja sungguh-sungguh melayani rakyat Siak," tutupnya.(Lin)