Musibah Puting Beliung Hantam Sekolah dan Rumah Warga Stakholder Terkait Gerak Cepat
RIAU24.COM - Minggu 7 Juni 2026, jarum jam baru menunjukkan pukul 08.45 WIB ketika langit di atas Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, mendadak pekat.
Dalam hitungan menit, angin puting beliung datang mengamuk dengan suara menderu yang mengerikan, menyapu serta melulantahkan apa saja yang dilewatinya.
Gemuruhnya menyisakan kehancuran pohon-pohon besar tumbang melintang jalan, atap atap seng rumah warga terangkat ke udara, dan sembilan ruang kelas serta perpustakaan SMPN 1 Bandar Laksamana rusak berat. Dua gedung TK Negeri pun tak luput dari empasan.
Namun, di balik porak-porandanya infrastruktur, ada sebuah cerita yang jauh lebih kuat tentang manusia-manusianya. Tentang sebuah gerak cepat yang digerakkan oleh rasa cinta, tanggung jawab, dan kepedulian mendalam yang berkejaran dengan waktu.
Sebelum kepanikan meluas, pemerintah dan aparat bergerak dalam hitungan jam. Di bawah pimpinan Camat Bandar Laksamana, Risky Afriandy, sebuah rapat darurat langsung digelar di lokasi terdampak. Tak ada lagi sekat birokrasi atau formalitas pada hari itu.
Anggota DPRD Dapil 2 Ahmad Husen, Kabid SMP Disdik Bengkalis Muhamad Ikhwan Syuhada, Danramil Bukit Batu Kapten Ucok Doni Samosir, hingga Babinkamtibmas Riswanto duduk bersama Damkar, Korwilcam Pendidikan, para kepala sekolah, BPD, perangkat Desa Api-Api, hingga pemuda Karang Taruna.