Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda: HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas
RIAU24.COM - SIAK – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Siak bersama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Siak berkolaborasi menggelar sosialisasi dan edukasi bagi pelajar SMA terkait bahaya narkoba, HIV/AIDS, serta pergaulan berisiko.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Siak Bermadah, Kamis (11/6/2026), diikuti pelajar SMA se-Kabupaten Siak. Para peserta mendapatkan berbagai materi edukatif, mulai dari sosialisasi Senam Jantung Sehat, edukasi kesehatan jantung sejak dini, penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS, kampanye 2P dalam upaya pencegahan Infeksi Penyakit Seksual (IPS), hingga penyuluhan bahaya narkoba bagi remaja.
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai ancaman serius yang perlu diwaspadai bersama. Menurutnya, penyebaran HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan berisiko semakin mengkhawatirkan, terlebih di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2025, tercatat sekitar 564 ribu orang hidup dengan HIV di Indonesia, dengan 86 persen kasus terjadi pada kelompok usia produktif 25 hingga 49 tahun. Data tersebut menjadi peringatan bahwa kelompok usia muda memiliki kerentanan tinggi apabila tidak dibekali pengetahuan dan pemahaman yang memadai sejak dini.
“Kita semua harus bersama-sama menghindari, apalagi anak-anak. Umur mereka ini cenderung bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik. Pencegahan ini kita mulai dari keluarga dulu, kedua dari pendidikan melalui para guru agar selalu memberi pemahaman seperti bahaya dari HIV/AIDS dan narkoba. Ketiga, diperkuat dengan nilai-nilai agama masing-masing,” ujar Syamsurizal.
Ia menambahkan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dan utama dalam melindungi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif. Menurutnya, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat membuka ruang bagi masuknya pengaruh buruk yang berdampak pada perilaku remaja.