Gudangnya Disegel, Bagaimana Nasib Motor Listrik MBG di Masa Depan
RIAU24.COM - Nasib motor listrik MBG belum jelas. Terbaru, gudang motor listrik buat program MBG itu disegel Kejagung.
Kejaksaan Agung menyambangi langsung gudang motor listrik hasil pengadaan Badan Gizi Nasional (BGN) di Bogor. Dari kunjungan itu, Kejagung sekaligus menyegel gudang motor listrik di bawah naungan PT Adlas Sarana Elektrik yang diketahui anak usaha dari PT Yasa Artha Trimanunggal. Penyegelan ini terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada BGN tahun 2025-2026.
"Kunjungan, (red.) untuk mengecek jumlah (sepeda motor listrik, red.) dan menyegel," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi dilansir Antara.
Syarief menambahkan, kegiatan tersebut bakal dilakukan secara bertahap pada gudang sepeda motor listrik lainnya. PT ASE dalam catatan detikcom diketahui menyimpan motor listrik di gudang kawasan Sentul dan juga Citereup.
Sebagai pengingat, BGN melakukan pengadaan 21.801 unit motor listrik buat program MBG. Kejagung mengungkap nilai pengadaan motor listrik itu mencapai Rp 1 triliun dan terdapat praktik markup.
Biaya pengadaan tersebut juga sudah dibayar sepenuhnya oleh BGN. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan fokus pihaknya saat ini seluruh barang-barang yang sudah dibelanjakan akan dimanfaatkan secara maksimal.
"Secara keseluruhan bukan cuma motor, semua yang sudah dibelanjakan di 2025, sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan. Kemarin kan sempat ada dibilang laptop dibilang IoT, CCTV dan sebagainya yang memang sudah terlanjur dibayar, dimaksimalkan," ujarnya baru-baru ini.
"Secara umum, saya nggak bicara satu-satu si kaos kaki lah, motor lah, apa enggak, tapi prinsip secara umum yang sudah keluar di 2025 karena uang negara sudah keluar harus kita maksimalkan pemanfaatannya," sebutnya. ***