Menu

"Harimau Buas", Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak Hadir di Pawai Ta'aruf MTQ Riau

Lina 19 Jun 2026, 18:12
"Harimau Buas", Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak Hadir di Pawai Ta'aruf MTQ Riau

Turut berada di atas kapal, Bupati Siak dan Wakil Bupati Siak sebagai representasi keberlanjutan kepemimpinan daerah yang berkomitmen menjaga warisan sejarah, budaya Melayu, dan nilai-nilai keislaman dalam pembangunan Kabupaten Siak.

Sementara itu, Datuk Empat Suku diperankan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, serta Ketua Haji dan Umrah. Kehadiran mereka melambangkan unsur adat dan ulama yang selama ini menjadi tiang penyangga kehidupan masyarakat Melayu.

Adapun tujuh Panglima Kerajaan yang diperankan oleh anggota Dewan Kesenian Siak menggambarkan hulubalang negeri, yakni sosok-sosok yang siap menjaga marwah dan mempertahankan kehormatan tanah Melayu.

Menurut Tengku Zulkarnain, seluruh formasi yang berada di atas Kapal Harimau Buas memiliki makna filosofis yang mendalam. Mereka menggambarkan empat pilar utama peradaban Melayu Siak yang berpijak pada ajaran Al-Qur'an, yakni Umara, Ulama, Adat, dan Hulubalang.

Umara melambangkan kepemimpinan yang adil dan amanah dalam mengayomi masyarakat. Ulama menjadi sumber ilmu dan pembimbing spiritual yang menjaga nilai-nilai Islam tetap hidup di tengah kehidupan masyarakat. Adat merupakan identitas dan kearifan lokal Melayu yang berjalan seiring dengan syariat Islam. Sementara Hulubalang menjadi simbol keberanian, keteguhan, dan kesiapsiagaan dalam menjaga negeri dari berbagai ancaman.

Keempat unsur tersebut dipersatukan dalam satu kapal sebagai gambaran bahwa kejayaan Kesultanan Siak tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh persatuan seluruh elemen masyarakat yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

Halaman: 123Lihat Semua