Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia, Dinilai Berani Reformasi Tata Kelola Daerah
Penyusun menilai berbagai langkah tersebut mencerminkan keberanian dalam mengambil keputusan yang tidak selalu populer, sekaligus menawarkan perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Selain Afni, putri Presiden keempat RI, Alissa Wahid, juga masuk dalam daftar tersebut. Alissa dinilai konsisten menolak pemberian izin usaha pertambangan kepada organisasi keagamaan serta aktif memperkuat gerakan masyarakat sipil dalam isu toleransi, keadilan ekologis, dan penguatan nalar kritis.
Nama lain yang turut masuk dalam daftar ialah Gus Kautsar, pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Ia dinilai mampu menjembatani kajian kitab klasik dengan realitas sosial kontemporer melalui penguatan jejaring kiai muda, pembinaan santri urban, serta pengembangan ekosistem ekonomi sirkular berbasis komoditas lokal.
Sementara itu, Hening Purwati diapresiasi atas kiprahnya mengembangkan gerakan yang menghubungkan isu lingkungan dengan feminisme yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan melalui gerakan Eco-Jihad. Sebagai Koordinator Nasional GreenFaith Indonesia dan pimpinan LLHPB 'Aisyiyah, Hening aktif menggerakkan masyarakat lintas agama dalam isu pelestarian lingkungan dan transisi energi yang berkeadilan.
Sejumlah nama lain yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Novel Baswedan, Bivitri Susanti, Farwiza Farhan, Andrew Kalaweit, dan Victor Yeimo.
Penyusun menegaskan bahwa daftar 22 Sosok Reset Indonesia bukan dimaksudkan sebagai daftar tokoh yang sempurna. Seluruh nama dipilih karena dinilai memiliki komitmen, keberanian, dan gagasan yang dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya perubahan di Indonesia.(Lin)