Menu

Munculnya Isu Perpecahan Elite Politik Pendukung Prabowo

Azhar 3 Jul 2026, 22:31
Elite politik pendukung Presiden Prabowo Subianto. Sumber: detik.com
Elite politik pendukung Presiden Prabowo Subianto. Sumber: detik.com

RIAU24.COM - Pengamat politik Selamat Ginting yakin safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpotensi memunculkan faksionalisme di dalam lingkaran elite kekuasaan.

Upaya ini dilakukan demi menjaga posisi Jokowi sebagai tokoh politik yang tetap berpengaruh, dikutip dari rmol.id, Jumat 3 Juli 2026.

"Jokowi tetap menjadi tokoh berpengaruh. Itu yang dia inginkan. Tetapi tidak mengganggu pemerintahan Prabowo. Dia ingin tetap berpengaruh, tetapi juga tidak ingin terus-menerus dikaitkan dengan Prabowo, apalagi sampai berhadap-hadapan," ujarnya.

Tambahnya, hubungan Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto saat ini masih bersifat saling melengkapi. 

Hal ini dapat dibuktikan dengan kunjungan putra Presiden Prabowo, Didit Hediprasetyo, ke kediaman Jokowi di Solo beberapa waktu lalu.

"Tentu ada pesan di balik pertemuan itu. Kita memang belum mengetahui pesan eksplisitnya, tetapi setidaknya ada pesan-pesan implisit yang ingin disampaikan," sebutnya.

Hanya saja dinamika tersebut berpotensi berkembang menjadi faksionalisme permanen apabila basis loyalitas politik di sekitar Prabowo dan Jokowi semakin berbeda arah.

"Jika pendukung Presiden Prabowo dan jaringan politik Jokowi semakin berbeda orientasi politiknya, maka Indonesia dapat dikatakan sedang memasuki fase kompetisi elite yang lebih intens dan lebih keras," sebutnya.