Haul Sultan Siak ke-60 Digelar, Bupati Afni Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah Kesultanan
Pada kesempatan itu, Afni mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah Kesultanan Siak, termasuk merawat keberadaan Istana Siak Asserayah Hasyimiah yang hingga kini masih berdiri megah sebagai simbol kejayaan Kerajaan Melayu.
Menurutnya, istana tersebut merupakan warisan tak ternilai yang dibangun para Sultan Siak jauh sebelum mereka mengetahui bahwa bangunan itu kelak akan menjadi pusat pembelajaran sejarah bagi generasi masa depan.
"Istana Siak dibangun tanpa beliau mengetahui apakah suatu saat nanti kita akan mengingat jasa-jasa beliau. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengenang para Sultan Siak dan mengirimkan doa terbaik bagi mereka," ujarnya.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap Sultan Syarif Kasim II, Pemkab Siak juga telah menginstruksikan pemasangan foto Sultan Syarif Kasim II di seluruh ruang publik. Selain itu, Mars Kabupaten Siak diwajibkan dinyanyikan pada setiap kegiatan seremonial setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya.
"Sebagai anak cucu Siak, kita memiliki utang sejarah yang besar. Jangan sampai kita maupun anak cucu kita melupakan sejarah," tegasnya.
Afni menambahkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui keberadaan Istana Siak sebagai salah satu peninggalan kerajaan Melayu yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Padahal, Kesultanan Siak memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, terutama ketika Sultan Syarif Kasim II menyerahkan tahta dan kekayaannya untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.