Menu

Haul Sultan Siak ke-60 Digelar, Bupati Afni Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah Kesultanan

Lina 12 Jul 2026, 17:21
Haul Sultan Siak ke-60 Digelar, Bupati Afni Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah Kesultanan
Haul Sultan Siak ke-60 Digelar, Bupati Afni Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah Kesultanan

RIAU24.COM - SIAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggelar Haul Sultan Siak ke-60 Tahun 2026 di Halaman Panggung Siak Bermadah, Sabtu malam (11/7/2026). Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para Sultan Siak sekaligus pengingat akan besarnya jasa Kesultanan Siak dalam perjuangan agama, bangsa, dan negara.

Acara dihadiri Bupati Siak Afni Zulkifli, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Afni menegaskan bahwa haul bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan momentum untuk mengenang dan menghargai pengorbanan para Sultan Siak yang telah mewariskan sejarah, peradaban, serta nilai-nilai perjuangan bagi generasi penerus.

"Haul Sultan Siak ini merupakan bentuk pengingat sekaligus ucapan terima kasih kepada para Sultan Siak yang telah berjasa bagi agama, nusa, dan bangsa, khususnya Kabupaten Siak, melalui doa bersama dan lantunan kalimat tauhid," kata Afni.

Sebelum malam puncak haul, Pemkab Siak bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat terlebih dahulu melaksanakan Ziarah Kubro ke Kompleks Makam Koto Tinggi dan Kompleks Makam Sultan Syarif Kasim II sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.

Rangkaian haul kemudian dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Sultan Syarif Kasim II oleh Habib Muhammad Taufiq bin Aqil Assegaf, tausiah agama yang disampaikan Habib Sayyid Reza Banahsan, serta dihadiri Habib Muhammad Azhar bin Alwi Assegaf.

Pada kesempatan itu, Afni mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah Kesultanan Siak, termasuk merawat keberadaan Istana Siak Asserayah Hasyimiah yang hingga kini masih berdiri megah sebagai simbol kejayaan Kerajaan Melayu.

Menurutnya, istana tersebut merupakan warisan tak ternilai yang dibangun para Sultan Siak jauh sebelum mereka mengetahui bahwa bangunan itu kelak akan menjadi pusat pembelajaran sejarah bagi generasi masa depan.

"Istana Siak dibangun tanpa beliau mengetahui apakah suatu saat nanti kita akan mengingat jasa-jasa beliau. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengenang para Sultan Siak dan mengirimkan doa terbaik bagi mereka," ujarnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Sultan Syarif Kasim II, Pemkab Siak juga telah menginstruksikan pemasangan foto Sultan Syarif Kasim II di seluruh ruang publik. Selain itu, Mars Kabupaten Siak diwajibkan dinyanyikan pada setiap kegiatan seremonial setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya.

"Sebagai anak cucu Siak, kita memiliki utang sejarah yang besar. Jangan sampai kita maupun anak cucu kita melupakan sejarah," tegasnya.

Afni menambahkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui keberadaan Istana Siak sebagai salah satu peninggalan kerajaan Melayu yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Padahal, Kesultanan Siak memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, terutama ketika Sultan Syarif Kasim II menyerahkan tahta dan kekayaannya untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kita memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan Republik ini bahwa pernah ada seorang Sultan yang rela menyerahkan harta dan tahtanya demi kemerdekaan Indonesia," katanya.

Di akhir sambutannya, Bupati Afni menegaskan komitmen Pemkab Siak untuk terus menghidupkan kegiatan-kegiatan keagamaan agar semakin diminati masyarakat.

"Kami akan terus berupaya agar setiap kegiatan keagamaan mampu menarik seluruh lapisan masyarakat. Jangan hanya kegiatan yang bersifat duniawi yang ramai, tetapi kegiatan keagamaan juga harus menjadi ruang berkumpul masyarakat," tutupnya.(Lin)