Menu

Tanam Serempak OPLAH 2025, Siak Perkuat Swasembada Pangan dengan Pertanian Modern

Lina 19 Jul 2026, 21:20
Tanam Serempak OPLAH 2025, Siak Perkuat Swasembada Pangan dengan Pertanian Modern
Tanam Serempak OPLAH 2025, Siak Perkuat Swasembada Pangan dengan Pertanian Modern

RIAU24.COM - SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak pada Lokasi Optimalisasi Lahan (OPLAH) 2025 di BP Maju Sejahtera, Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh, Sabtu (18/7/2026).

Gerakan tersebut merupakan bagian dari Tanam Serempak Nasional yang dilaksanakan secara bersamaan di 25 provinsi. Program ini memanfaatkan lahan hasil optimalisasi serta cetak sawah rakyat untuk mempercepat masa tanam pascapanen sehingga mampu meningkatkan produktivitas pangan nasional. Secara nasional, kegiatan dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan diikuti secara virtual oleh berbagai daerah sentra pangan di Indonesia.

Di Kabupaten Siak, kegiatan dihadiri Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Wakil Ketua DPRD Siak Laiskar Jaya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak Kaharuddin, Kepala BRMP Riau sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Riau Agus W. Anggra, Plt Kepala Balai Besar Pertanian Lembang sekaligus Penanggung Jawab Optimalisasi Lahan Provinsi Riau Adi Destriadi, jajaran Kodim 0322/Siak, Sekretaris Camat Sabak Auh, Brigade Pangan, penyuluh, serta pendamping pertanian dari Kecamatan Sabak Auh dan Bungaraya.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan dialog nasional secara daring bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyampaikan bahwa Kabupaten Siak memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui program optimalisasi lahan pertanian.

Menurutnya, hingga saat ini luas lahan OPLAH di Kabupaten Siak telah mencapai 873 hektare yang dikelola oleh empat Brigade Pangan. Selain itu, terdapat tambahan sekitar 600 hektare lahan yang segera memasuki tahap konstruksi.

Syamsurizal menjelaskan, Pemkab Siak juga mulai menerapkan Sistem PMAAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System) sebagai langkah modernisasi sektor pertanian. Penerapan teknologi pertanian modern tersebut diharapkan mampu menggandakan produktivitas hasil panen.

"Dengan sistem pertanian modern ini, kami menargetkan produktivitas yang sebelumnya sekitar 5 ton per hektare dapat meningkat menjadi 10 ton per hektare. Ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," kata Syamsurizal.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan tambahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih unggul bagi Brigade Pangan yang telah terbentuk di Kabupaten Siak.

"Bantuan alsintan dan benih sangat dibutuhkan agar empat Brigade Pangan yang telah terbentuk dapat bekerja lebih optimal. Kami berharap dukungan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga target peningkatan produksi pangan dapat tercapai," ujarnya.

Melalui Gerakan Tanam Serempak OPLAH 2025, Pemerintah Kabupaten Siak optimistis mampu meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas padi, serta kesejahteraan petani. Program ini juga diharapkan semakin memperkuat peran Kabupaten Siak sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Provinsi Riau sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.(Lin)